Pemuda Dan Pilkada Serentak

Pemuda Dan Pilkada Serentak

Oleh: Farkhan Evendi
(Ketua Umum Bintang Muda Indonesia)

Tahun 2018 Indonesia telah melakukan prosesi sakral dalam sejarah demokrasi bangsa ini, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kesakralan itu dikarenakan, seluruh masyarakat Indonesia ikut andil dalam Pilkada serentak, yang dilaksanakan di 171 daerah, meliputi 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten di seluruh Indonesia. Dalam proses terlaksananya, banyak sekali melibatkan peran masyarkat, khususnya peran pemuda atau kaum milenial, entah sebagai panitia penyelenggara, relawana demokrasi, calon kepala daerah, maupun menjadi juru kampanye. Tentu saja tanpa mengesampingkan pemuda yang hanya berpartisipasi dengan memilih saja, setidaknya ini menjadi kesadaran pentingnya prosesi demokrasi, dan menjadi angin segar bagi demokrasi, dalam hal berkurangnya angka Golongan Putih (Golput) dikalangan kaum milenial.

Selanjutnya, pada tahun 2019 seluruh warga negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, semuanya serentak mengikuti pesta demokrasi lima tahunan, untuk memilih wakil rakyat yaitu; Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat, Provinsi, kota/kabupaten serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan paling penting, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan lima tahun. Peran pemuda lebih mencolok lagi tahun lalu, karena semua calon wakil rakyat berlomba-lomba merebut hati para pemuda sebagai simbol milenial. Hal itu juga berlaku di partai politik, semua partai berusaha mencari kader- kader muda terbaik sebagai calon wakil rakyat, untuk meningkatkan suara dan kursi di Parlemen.

Jika kita aktif mengikuti pemilu 2019 kemarin, kita akan akrab dengan kampanye dengan tema khas milenial, tak hanya calon wakil rakyat, kedua pasangan calon (Paslon) Presiden dan wakil Presiden mencoba berkampanye ala kaum milenilal. Misalnya, Paslon nomor 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dalam hal fesyen mereka mengenakan pakaian bergambar ala milenial dan sepatu keds, produk kekinian anak muda. Pun demikian dengan Paslon nomor 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menggait milenial dengan lifestyle kaum milenial seperti, gaya hidup sehat, kampanye di tempat nongkrong anak muda dan melakukam trobosan enterpreneur di kalangan anak muda. Dan memang, di era yang serba digital ini, banyak kaum milenial menjadi pelaku usaha ekonomi kreatif, mulai dari youtuber, bisnis fashion, online shop, FnB dan jasa pengelolaan kreative prenuer.

Dengan demikian, jelas bahwa peran pemuda sangatlah penting dalam berjalannya demokrasi di Indonesia. Kaum milenial adalah inti dari demokrasi dengan sistem pemerintahan kita yang Presidensial.

Sistem Presidensial, mengharuskan pengambilan kekuasaan eksekutif dan legislatif dipilih melalui Pemilu. Dengan demikian, peran rakyat sangatlah penting untuk berjalanya demokrasi yang sehat, dengan catatan, semua elemen baik pemerintah dan rakyat harus saling support. Karena demokrasi adalah soal memilih nahkodi bangsa ini, menjadi lebih baik atau sebaliknya. Maka, penting untuk menjaga gerbang awal demokrasi, dan pemuda adalah aktor kuncinya.

Tahun ini, Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak keempat kalinya, dan akan menjadi Pilkada terakbar, karena akan dilaksanakan di 270 daerah, dari 37 kota, 224 kabupaten dan 9 provinsi di Indonesia. Ini adalah Pilkada pertama kali dengan menggunakan sistem serentak, berjalan dengan baik dan tidaknya tergantung seberapa besar elemen bangsa mengambil peran masing-masing, terutama pemuda, sebagai motor penggerak demokrasi.

Dalam demokrasi, partisipasi pemuda dapat digolongkan dalam partisipasi politik, karena meraka terjun langsung dan ikut serta baik sebagai subjek maupun objek politik.

Partisipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah sistem dan tatanan negara demokrasi, sekaligus menjadi ciri khas berjalannya modernisasi politik. Di negara-negara yang proses modernisasinya sudah berjalan dengan baik, biasanya partisipasi politik warganya meningkat dan pengaruh terbesar karena pemuda. Modernisasi politik dapat berkaitan langsung dengan aspek politik dan pemerintahan.

Partisipasi politik pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan warga negara untuk ikut serta dalam mengambil keputusan, dengan tujuan mempengarui pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah. Partisipasi politik bukanlah istilah baru, istilah ini sudah banyak digunakan dalam berbagai pengertian yang berkaitan dengan perilaku, sikap dan persepsi yang merupakan syarat mutlak bagi partisipasi politik, bisa pula diartikan kegiatan-kegiatan sukarela dari masyarakat yang ikut serta dalam pemilihan, baik secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan. Dengan demikian semua ikut serta sesuai peran masing-masing, tanpa harus tumpang tindih dengan sistem dan hukum yang berlaku di negara.

Dalam makro historis Indonesia, partisipasi politik dikalangan pemuda sangatlah mencolok, mulai dari peran proses kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi sampai saat ini. Pada titik inilah, peran pemuda harus digaris bawahi, bahwa pemuda selalu bisa mengambil peran dalam proses demokrasi dan penyelenggaran pemilu sesuai dengan yang mereka bisa. Misalnya, pemuda dengan latarbelakang akademisi dan seorang organisatoris yang memiliki kesadaran politik dan keadilan mengawal demokrasi agar berjalan dengan baik. Demikian pemuda-pemuda lainya, mengambil peran mengawal sampai akhir, bersikap lebih kritis, cedas dan solutif, tidak malah sebaliknya.

Sudah banyak sekali pemuda mengambil peran dalam mendukung terlaksananya Pilkada bulan Desember 2020 mendatang, sebagai panita penyelengara seperti; Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS), petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan sebagainya. Ada pula yang ikut serta menjadi tim sukses dan tim kampanye bagi para calon kepala daerah masing-masing.

Bisa kita ambil kesimpulan, peran dan partisipasi pemuda sangatlah banyak, dan hal itu menjadi pemacu semangat semua eleman masyarakat untuk ikut andil dalam suksesi pesta demokrasi, agar terpilihnya pemimpin daerah yang amanah dan bisa mengayomi semua rakyat tanpa tebang pilih.

Mengingat prosesi Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan, kita semua harus bisa mengambil peran, dan berpatisipasi lebih aktif, terutaman pemuda. Kurang lebih enam bulan lagi, 9 Desember 2020, pencoblosan dilaksanakan secara serentak. Atas dasar itu, kami kader-kader Bintang Muda Indonesia (BMI) selalu mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk sadar politik, terutama kaum muda milenial, supaya Pilkada menghasilkan lebih banyak pemimpin yang lebih amanah dan jujur.

Untuk itu, mari kita gunakan hak pilih kita, dengan sebaik-baiknya untuk memilih anak bangsa terbaik sebagai pemimpin daerah. Mari kita berdoa kepada Tuhan YME agar Pilkada serentak, berjalan baik dan menghasilkan pemimpin yang amanah dan selalu memberikan kemanfaatan bagi seluruh rakyat, tanpa terkecuali. Karena inilah salah satu ikhtiar kita bersama untuk bisa menjadikan negara ini lebih maju dan rakyat sejahtera.

Mari bersama membangun Indonesia mulai dari mengawal Pilkada serentak keempat tahun 2020 agar demokrasi berjalan sehat dan semestinya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan