Sorotjakarta,-
Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP Hikmahbudhi) resmi melantik jajaran kepengurusan baru untuk periode 2026–2028 dalam sebuah momentum penuh khidmat dan bersejarah.
Acara pelantikan ini menjadi catatan sejarah baru sejak 55 tahun berdirinya Hikmahbudhi, di mana kepemimpinan tertinggi organisasi kini dipegang oleh seorang perempuan, yakni APT. Agustina, S.Farm.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Bapak Dr. H. Erick Thohir, S.A.B., M.A.B., beserta jajaran pejabat kementerian, tokoh agama, senior lintas generasi, serta perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP).
Menegaskan Amanah dan Nilai Cinta Kasih
Dalam pidato sambutannya yang bergelora, Agustina mengingatkan seluruh pengurus bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial pergantian kepengurusan atau ajang mengejar kedudukan, melainkan bentuk kesiapan menerima tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar.
“Kita dilantik bukan untuk mendapat kedudukan, melainkan untuk menerima tanggung jawab. Kita diberikan amanah bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,” tegas Agustina di hadapan ratusan kader dan tamu undangan, Kamis, 5/11/2026.
Mengangkat tema pengabdian dan kesetaraan, Agustina juga menekankan pentingnya menjadikan ajaran Buddha tentang cinta kasih (metta) sebagai fondasi kepemimpinan. Mengutip ajaran kebajikan, ia mengingatkan bahwa kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian, melainkan dengan cinta kasih.
“Saya mengajak seluruh pengurus pusat Hikmahbudhi periode 2026–2028 untuk menjadikan cinta kasih sebagai fondasi kepemimpinan dan pengabdian kita. Mari kita mengabdi bukan karena ingin dipuji, tetapi karena ingin memberi arti. Mari kita memimpin bukan dengan kesombongan, melainkan dengan keteladanan, kebijaksanaan, dan kellembutan hati,” lanjutnya.
Tonggak Kepemimpinan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Momen berkesan lainnya terjadi saat Agustina menyoroti perjalanan panjang Hikmahbudhi yang kini resmi dipimpin oleh ketua umum perempuan pertama dalam kurun waktu lebih dari setengah abad. Bagi Agustina, capaian ini bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan milik seluruh kader perempuan dan senior yang telah membuka jalan.
“Sejarah ini bukan hanya milik saya. Sejarah ini milik seluruh perempuan Hikmahbudhi, milik para kader yang berjuang dalam senyap, dan milik para senior yang telah membuka jalan. Momentum ini mengingatkan kita bahwa perjuangan kesetaraan gender belum selesai. Perempuan masih menghadapi keterbatasan akses, stereotip kepemimpinan, hingga diskriminasi,” ungkapnya.
Melalui kepemimpinannya, Agustina berkomitmen membawa Hikmahbudhi menjadi organisasi yang lebih inklusif, memberikan ruang strategis bagi kader perempuan, serta memastikan seluruh anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi.
Sinergi dan Arah Gerak Masa Depan
Menutup pidatonya, Agustina menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Menpora RI Erick Thohir atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Ia berharap momentum pelantikan ini dapat semakin mempererat sinergi antara Hikmahbudhi dan pemerintah dalam mencetak generasi muda Indonesia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.
“Hikmahbudhi berdikari bukan hanya gagasan, melainkan gerakan menuju Indonesia yang lebih adil, sejahtera, demokratis, dan bermartabat,” pungkas Agustina sebelum mengakhiri sambutannya dengan pantun penutup yang hangat.(yr)
