November 4, 2026

Jayapura, sorotjakarta.com
Musyawarah Besar II Kain -kain Karkara Byak Sup Tabi (Mubes II Byak) Tahun 2026 yang resmi dibuka di Numbay, Tanah Tabi, Senin (3/11/2026) mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen, termasuk keluarga besar pers Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.

Mubes II Byak yang berlangsung hingga 5 November 2026 ini mengusung tema “Suku Bangsa Byak (Bersatu Merawat Ciptaan Membangun Masa Depan) Roma 12:5, Kejadian 2:15″

Mewakili keluarga besar pers dan penulis Papua, perwakilan pers Papua menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Mubes II Byak bagi masyarakat Byak di Tanah Tabi.

Bagi Tuhan, bagi negeri. Saya mewakili teman-teman penulis Papua, teman-teman pers Papua, mengucapkan selamat melaksanakan Mubes yang kedua untuk teman-teman Byak yang ada di Tanah Tabi.Kami tahu dengan moto yang sangat luar biasa, bagaimana teman-teman Byak bisa mengangkat harkat dan martabat sebagai anak pulau yang ada di Tanah Tabi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, keluarga besar pers Papua juga menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Mananwir Beba Yanpiter Yarangga, Ketua Umum Dewan Adat Papua, yang berpulang pada Senin malam, 3 November 2026 di RSUD Biak.

Kami keluarga besar pers Papua turut berduka cita yang mendalam atas kepergian Mananwir Beba Yanpiter Yarangga. Harapan kami, apa yang beliau tinggalkan, akan terus kami perjuangkan sebagai generasi penerus,” katanya.

Menanggapi kehadiran Anggota DPR RI Komisi XIII Thony Tesar di Mubes II Byak, Ketua Adat menegaskan bahwa kehadiran tersebut patut diapresiasi sebagai kesadaran sebagai anak adat.

Menanggapi kehadiran Kak Thony Tesar, yang pertama dia sebagai anak adat bagian dari daerah Saireri. Biak adalah bagian dari daerah Saireri. Suku Biak itu suku besar. Dia tahu itu, dia sadar sebagai anak adat dan dia hadir. Itu jangan kita politisir, tapi kita memberi apresiasi untuk kehadiran Kakak Thony,” tegas Ketua Adat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jayapura yang diwakili dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan memaknai Mubes II sebagai momentum strategis penguatan lembaga adat.

Musyawarah besar ini merupakan wadah dalam suatu lembaga, dalam suatu organisasi untuk menyampaikan informasi, mengevaluasi, dan merumuskan berbagai kesimpulan bagi kemajuan bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah kota pertumbuhan dan kota perjuangan yang dibangun bersama-sama oleh seluruh warga, termasuk masyarakat asli dan masyarakat Byak yang bermukim di pesisir dan kampung-kampung.

Kita bersama-sama membangun Kota Jayapura. Kota ini adalah milik kita bersama. Berkat dedikasi, dukungan, sumbangan pemikiran, tenaga, dan ide-ide dari seluruh masyarakat, pembangunan dapat berjalan dan kita nikmati bersama,” katanya.

Ia berharap MUBES II BYAK dapat menghasilkan keputusan terbaik untuk penguatan kelembagaan adat Byak yang semakin kuat dan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Tanah Tabi dan Kota Jayapura.

Sebelumnya, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Josefientje B. Wandosa dan Anggota DPR RI Komisi XIII Thony Tesar juga menekankan pentingnya persatuan adat, pelestarian Bahasa Biak, serta komitmen memperjuangkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Utara dari wilayah Saireri.

MUBES II BYAK diharapkan menjadi tonggak penguatan persatuan Suku Byak di Tanah Tabi untuk masa depan yang lebih baik.

(Herikson Kbarek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!