Sorotjakarta,-
Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung Segitiga Karang- pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Data menunjukkan
bahwa Raja Ampat merupakan rumah bagi 756 jenis terumbu karang di dunia dengan 553 jenis terumbu karang dan
1437 jenis ikan karang dan masih banyak lagi hasil lautnya.
Dalam menyambut Puncak Hari Ikan Nasional Ke-6 yang di gelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Raja Ampat mewakili Provinsi Papua Barat dalam lomba masak serba ikan tingkat Nasional di Jakarta Convention Center. “Kabupaten Raja Ampat merupakan pemenang tingkat Kabupaten di Provinsi Papua Barat dalam Festival GEMARIKAN, jadi dari Raja Ampat yang ditunjuk untuk mewakili Provinsi Papua Barat pada tingkat nasional.” Demikian di katakan Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran Daya Saing Hasil Perikanan, Dinas Perikanan Kab Raja Ampat Zulaida Kelibay, S. Pi pada media di JCC, Jumat, 13/12/2019.
Ia juga mengatakan Produk unggulan Kab Raja Ampat salah satunya adalah ikan yang berkualitas tinggi dan telah memenuhi standar Export sehingga ikan di Raja Ampat mampu bersaing di negara-negara Eropa.
Sebagai wilayah kepulauan, sumber protein masyarakat Raja Ampat adalah ikan, dimana 80% wilayah Raja Ampat adalah laut. Sisanya adalah daratan dan pesisir.
Zulaida juga menegaskan bahwa di Raja Ampat belum ditemui kasus stunting, sehingg konsep GEMARIKAN Raja Ampat agak berbeda, kami menumbuhkan kebanggaan sebagai masyarakat pemakan ikan dan yakin bahwa nilai gizi ikan memang yang terbaik bagi tumbuh kembang anak, dan menjamin kecerdasan serta kesehatan segala umur.” Jelasnya.
Masih di katakan oleh Kabid, Dari hasil ikan yang berlimpah di Raja Ampat, maka dilakukan pengolahan oleh rumahtangga nelayan, dalam hal ini ibu-ibu nelayan kelompok pengolah agar memperoleh nilai tambah untuk keluarga.
Lingkungan laut dan pesisir yang terjaga atau sehat akan menjamin ketersediaan bahan baku olahan yaitu ikan dan dapat menjamin ikan yang bermutu(sehat) maka dalam hal ini Dinas Perikanan aktiv dalam melakukan konservasi perairan.
“Sebagai wilayah destinasi wisata, kami menyadari 45% wisatawan adalah wisatawan kuliner dan seluruh wisatawan mengharapkan layanan makanan yang sehat sehingga kami ingin memperkenalkan kuliner khas Raja Ampat ke pentas dunia.”papar Zulaida
Menurtnya “Salah satu hasil laut atau pesisir di Raja Ampat adalah rajungan yang sudah diolah dan telah di export ke USA dan Jepang. Benar2 hasil tangkapan nelayan dengan teknik dan alat ramah lingkungan.” Jelas Zulaida.(yurike)
