April 21, 2026

Sorotjakarta,-
Komunitas Muslim Tionghoa menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama Gubernur DKI Jakarta di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pesan persatuan lintas budaya di tengah masyarakat.

Ketua panitia yang juga Ketua DKM Masjid Lautze, Hans Ahmad Yamin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut, terlebih dengan kehadiran Gubernur DKI Jakarta di tengah jamaah.
“Alhamdulillah, ini semua atas izin Allah. Kami melihat ada kesempatan dari jadwal Bapak Gubernur di hari Jumat, sehingga kami manfaatkan momen ini bukan hanya untuk salat Jumat bersama, tapi juga mempererat silaturahmi,” ujar Hans.

Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak sekadar ajang halal bihalal, tetapi juga menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan ukhuwah Islamiyah lintas budaya, khususnya antara Muslim Tionghoa dan masyarakat luas.

Menurutnya, masih ada persepsi keliru di masyarakat yang menganggap Muslim identik dengan kelompok tertentu, sementara etnis Tionghoa kerap diasosiasikan sebagai non-Muslim. Padahal, sejarah mencatat peran penting Muslim Tionghoa dalam perkembangan Islam, termasuk di Indonesia.

“Ada semacam blind spot dalam sejarah kita. Padahal peran Muslim Tionghoa sudah ada bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia. Ini yang ingin kami angkat, bahwa Islam itu lintas budaya dan sudah lama hadir di berbagai komunitas,” jelasnya.

Hans juga menuturkan bahwa komunitas Muslim Tionghoa tersebar di berbagai daerah, sehingga momentum halal bihalal ini menjadi ajang penting untuk berkumpul. Bahkan, sejumlah tamu hadir dari luar kota untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, kehadiran Gubernur DKI Jakarta menjadi momen berkesan, terutama karena adanya interaksi langsung dengan jamaah dari berbagai latar belakang.

“Tadi ada momen yang sangat menarik ketika beliau bertemu jamaah, berfoto bersama, dan menyampaikan apresiasi. Bahkan beliau terlihat terkesan karena banyak juga Muslim dari Tiongkok yang hadir,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat persatuan umat serta menghapus sekat-sekat sosial yang masih ada di masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam membangun Indonesia.(ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *