Refleksi Akhir Tahun Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta

Refleksi Akhir Tahun Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta

Sorotjakarta,-
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menilai bahwa di Tahun 2020 Pemerintahan Gubernur Anies Baswedan tak kunjung mengalami peningkatan Kinerja, terutama yang berkaitan dengan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung kepada kebutuhan Rakyat banyak, hal ini di sampaikan oleh ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono dalam pres release akhir tahun yang di terima sorotjakarta.com, Rabu, 30/12/2020.

Adapun sektor-sektor strategis yang di maksud antaralain:

1. Penyediaan Perumahan Rakyat.

Sesuai dengan janji kampanye yang tertuang dalam RPJMD Gubernur Anies Baswedan mentargetkan penyediaan Perumahan Rakyat sebanyak 232.214 Unit namun hingga tahun 2020 ini baru terpenuhi sejumlah 780 Unit. Apakah ini bukti Pemerintahan Gubernur Anies Baswedan ingkar janji?

2. Penyediaan Lapangan Kerja

Tahun 2020 baru 8.348 Jumlah ijin OKE OCE yang mendapatkan ijin Usaha Mikro Kecil padahal janjinya akan menyediakan 200.000 lapangan usaha baru untuk rakyat.

Gubernur Anies Baswedan tidak fokus mewujudkan janji kampanye. Padahal UMKM adalah Backbone pemulihan ekonomi Jakarta.

3. Angka Kemiskinan Naik

Tercatat jumlah presentasi angka kemiskinan di DKI Jakarta hingga Maret sebesar 4.53% dari semula 3.42%.

Gubernur Anies Baswedan tidak memiliki program yang jelas untuk menanggulangi angka kemiskinan tersebut dan terkesan hanya fokus kepada program-program beautifikasi semata.

4. Nilai NPS Jaklingko -3.07% (Negatif)

Tingkat kesediaan merekomendasikan kepada warga lain secara umum masih bernilai Negatif, yang berarti saat ini masih banyak yang belum bersedia merekomendasikan dibanding yang merekomendasikannya.

Padahal menurut survey, media utama publik mendapatkan informasi mengenai JAKLINGKO adalah dari rekomendasi orang lain sebesar 42.5%

5. Intoleransi di dunia Pendidikan

Mengecam keras tindakan Guru intoleran yang ada di Jakarta, bahkan merekomendasikan untuk di pecat karena pembiaran terhadap kejadian ini akan sangat berdampak negatif terhadap dunia pendidikan maupun kerukunan antar anak bangsa di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Dunia pendidikan yang seharusnya menjadi media untuk mencerdaskan anak bangsa dan mengangkat harkat martabat kemanusiaan malah menjadi ajang untuk melakukan praktek-praktek diskriminasi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan