Sorotjakarta,-
Pemerintah gencar mensosialisasikan gerakan gemar makan ikan, karna ikan mengandung gizi yang tinggi dan bermanfaat untuk kecerdasan anak.
Dalam perayaan hari ikan nasional ke-6 Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar berbagai kegiatan diantaranya pameran, lomba masak serba ikan, silaturahmi Menteri KKP dengan stakeholder, penghargaan bunda Paud dan lainnya.
Provinsi Bali tak ketinggalan dalam pameran untuk mempromosikan berbagai produk olahan yang berbahan baku ikan diantaranya dari kulit Tuna serta ada juga olahan dari rumput laut seperti terasi dari rumput laut, demikian di katakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Sudarsana, baru-baru ini di Jakarta.
“Dulu kulit Tuna adalah limbah dan berbau namun sekarang telah di olah menjadi makanan yang memiliki nilai jual. Semua di olah oleh UMKM yang merupakan mitra binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.” Ucap Made Sudana.
“Untuk lomba masak serba ikan Kota Denpasar terpilih mewakili Provinsi Bali, kami optimis keluar sebagai pemenang.” Tegas Kadis sambil tersenyum.
Ia juga menjelaskan bahwa Provinsi Bali untuk tingkat konsumsi ikan nasionalnya masih rendah di bandingkan daerah lainnya, ini di karenakan masih kuatnya budaya masyarakat Bali untuk mengkonsumsi daging di bandingkan ikan. Ini adalah tugas berat dari Dinas untuk mensosialisasikan ke pada masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan melalui anak-anak SD dan Paud.” Jelasnya.
Masih di katakan Kadis, bahwa dalam mensosialisasikan gemar makan ikan kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk menjelaskan ke pada masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan.(yurike)
