Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Penyerahan Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri kembali di gelar yang ke- 13 kalinya, sejak pelaksanaan pertama tahun 2006 yang lalu.

Pemberian penghargaan Adiwiyata Nasional pertama kali dilakukan pada tahun 2007 masih bagi lingkup sekolah-sekolah di Pulau Jawa.
Berdasarkan data statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 2018 jumlah tenaga pendidik sekolah tingkat dasar dan menengah sebesar 2.719.790 orang, sedangkan jumlah peserta didik sebanyak 45.357.600
orang. Data ini menunjukan besarnya potensi atau pengaruh generasi muda atas kualitas lingkungan di masa-masa mendatang.

Pemerintah melalui Kementerian LHK, menyadari potensi tersebut dengan melakukan pembinaan sejak dini di lingkungan pendidikan formal, melalul Program Adiwiyata sejak tahun 2006,sebagai salah satu implementasi dari Pendidikan Lingkungan Hidup.

Pada tahun 2019 ini terdapat 1.372 sekolah yang diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, yaitu swasta dari 265 kota/kabupaten di 32 propinsi. Dari sejumlah tersebut di atas,
sebanyak 434 sekolah (terdiri atas 376 sekolah negeri dan 58 sekolah swasta dari 164 kota/kabupaten Adiwiyata Nasional (333 sekolah) dan Adiwiyata Mandiri (101 sekolah).

Sampai hari ini dari sekitar 250.000 sekolah di seluruh Indonesia, 4.305 sekolah
yang telah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional (3477 sekolah) dan Adiwiyata Mandiri (828 sekolah).

Program ini telah berhasil mendorong adanya peningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di sekolah.
Dalam kurun waktu 2006 – 2019, Sekolah Adiwiyata telah memberikan kontribusi berupa pengurangan timbunan sampah melalui pengelolaan sampah dengan 3R (reduce, reuse dan recyde) sejumlah 38.745 ton per tahun, penanaman dan pemeliharaan 322.875 pohon/tanaman, 64.575 lubang biopori, 12.915 sumur
resapan dan penghematan listrik dan air antara 10-40% per sekolah, terdiri atas 1196 sekolah negeri dan 176 sekolah 32 provinsi) berhasil mendapatkan penghargaan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan ini adalah tanggung jawab agar para kepala sekolah dan jajarannya bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih berkelanjutan dan mewujudkan murid-murid menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang yang berhati mulia dan megintegrasikan nilai-nilai lingkungan, sosial dan ekonomi dalam setiap keputusannya, serta siap menjadi penyelamat sumber kehidupan dunia.

Turut hadir dalam penghargaan Adiwiyata Nasional & Adiwiyata Mandiri 2019 yang berlangsung di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat, 13/12/2019 antaralain: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Kota/Kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi,Kota/Kabupaten, Kanwil Kemenag Provinsi, Kota/Kabupaten.

Kebijakan yang melandasi pelaksanaan program Adiwiyata yakni peraturan Menteri LHK 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata

Penghargaan Adiwiyata. Diharapkan dengan menjadi Gerakan akan tejadi
akselerasi dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkugan
hidup melalui penerapan perilaku ramah lingkungan hidup oleh warga sekolah serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah, lingkungan sekitarnya
dan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *