Sorotjakarta,-
Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Konsolidasi yang dihadiri oleh pengurus dari puluhan provinsi di Indonesia. Agenda ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi organisasi ke depan, sekaligus langkah awal persiapan pergantian kepemimpinan.
Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, menjelaskan bahwa agenda kali ini mengundang perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia secara langsung (luring). Sementara itu, ratusan pengurus tingkat kabupaten/kota serta kecamatan turut menyimak jalannya acara secara daring.
“Kegiatan hari ini adalah Rapimnas dan Konsolidasi Senkom Mitra Polri yang mengundang 38 provinsi dan sekretaris yang datang ke sini. Adapun yang daring adalah lebih dari 490 kabupaten/kota, dan disiarkan sampai ke tingkat kecamatan,” ujar Katno Hadi saat ditemui di lokasi acara, Kamis, 18 Juni 2026.
Persiapan Menuju Pemilihan Ketua Umum 2027
Katno menegaskan, salah satu fokus utama dari konsolidasi ini adalah menyatukan visi organisasi dalam menyambut pemilihan Ketua Umum Senkom Mitra Polri yang baru, yang direncanakan bakal digelar pada tahun 2027 mendatang.
Melalui konsolidasi yang matang, diharapkan seluruh kader dan pengurus Senkom dari pusat hingga daerah tetap solid dan tidak terkotak-kotak oleh kepentingan tertentu.
“Agenda utamanya adalah kita menyamakan persepsi ke depan Senkom Mitra Polri, juga dalam rangka nanti menghadapi pemilihan Ketua Umum tahun 2027. Karena ini harus betul-betul semua (solid), jangan sampai nanti terkotak-kotak dengan adanya kegiatan nanti. Agenda konsolidasi ini wajarlah bagi organisasi,” jelasnya.
Fokus di Akar Rumput: Menjadi Mitra Strategis Polri dan Lembaga Negara
Berdiri sejak 22 tahun yang lalu, Senkom Mitra Polri terus mempertegas posisinya sebagai organisasi yang konsisten membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Katno memaparkan bahwa Senkom tidak hanya bermitra dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tetapi juga menjalin sinergi kuat dengan berbagai instansi penanggulangan bencana dan pertahanan negara.
“Senkom ini sudah ada berdiri sejak 22 tahun yang lalu. Senkom sendiri adalah mitra daripada Kepolisian Republik Indonesia, kemudian Basarnas, BNPB, dan juga Kementerian Pertahanan,” tutur Katno.
Ia juga menambahkan bahwa kekuatan utama Senkom terletak pada personelnya di tingkat akar rumput yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mendampingi peran Bhabinkamtibmas di lapangan. Kehadiran fisik para anggota Senkom dinilai paling krusial saat momen-momen penting nasional.
“Letak Senkom yang paling krusial dan paling membantu adalah ketika ada di paling bawah sendiri. Jadi ketika ada hari raya keagamaan seperti yang disampaikan Pak Kakor tadi kegiatan kebencanaan, nah itu (Senkom) hadir. Pasti ada di situ,” pungkasnya.(yr)
