Sorotjakarta,-
Pembangunan Pariwisata Lombok Tengah (Loteng) semakin maju dan berkembang tentu hal ini karena didukung oleh faktor potensi pariwisata dan budaya yang banyak dimiliki, baik potensi alam maupun budaya masyarakatnya.
Dalam rangka peningkatan pembangunan di sektor pariwisata, Pemerintah Daerah mengeluarkan regulasi peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang pembagian zona wilayah, yakni zona utara, zona tengah dan zona selatan.
Demikian diucapkan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan, Kab. Lombok Tengah, H. Lalu Putria, M.Pd, ketika di wawancarai baru-baru ini di Jakarta 9/12/2018.
Dikatakannya, zona utara ditetapkan sebagai zona wisata berbasis Agrowisata dan Ekowisata, di zona
Utara ini terdapat distinasi wisata yang cukup menjanjikan yakni air terjun Benang Setokel, air terjun Benang Kelambu, Taman Aik Bukak, kebun HKM yang luasnya mencapai 2500 Hektar termasuk juga jalur pendakian Gunung Rinjani dan banyak lagi lainnya.
Sedangkan di zona tengah ditetapkan sebagai sentra industri pariwisata dan pusat seni budaya, seperti tenun songket tradisional Sukarara, gerabah desa Beleka, kerajinan Ketak di Janapria, anyaman bambu di Kopang, kerajinan perak di Ungga dan lain sebagainya.
Zona Selatan ditetapkan sebagai distinasi wisata unggulan, di zona ini terdapat pantai Mandalika yang sudah mendunia termasuk juga pantai Seger yang terkenal dengan pesta rakyat Bau-Nyale, yang konon merupakan jelmaan Putri Mandalika, dan pesta Bau-Nyale ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia. Termasuk juga pantai lainnya yang tidak kalah uniknya dengan pantai lainnya yang berada di zona Selatan.
Dikatakan Lalu Putria, potensi di sektor budaya dan kearifan lokal juga sangat mendukung, termasuk infrastruktur, sarana dan pra-sarana sudah sangat memadai. (yurike)
