Sorotjakarta,-
Penyaluran bantuan porsi makanan di wilayah Bogor dan Tangerang dalam program MBG dipastikan berjalan aman dan kondusif. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan penyelenggara, Fadryadi Kiandra, saat memberikan keterangan kepada awak media. Pihaknya menegaskan bahwa seluruh proses penyajian makanan telah dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
”Alhamdulillah semuanya aman, karena semua standarnya kita sudah sesuai SOP,” ujar Adri saat ditemui di lokasi kegiatan konsolidasi nasional program MBG di Sentul Bogor, Rabu 3 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara juga sangat terbuka terhadap masukan-masukan dari berbagai pihak, termasuk yang sempat ramai di media massa beberapa waktu lalu, demi meningkatkan kualitas pelayanan. “Ada masukan-masukan dari media juga, makanya kita turuti semua apa yang menjadi harapan mereka,” imbuhnya.
Distribusi Porsi dan Wilayah Sasaran
Dalam penjelasannya, Adri memaparkan bahwa program ini mendistribusikan sekitar 2.000 porsi makanan yang tersebar di tiga titik wilayah Jawa Barat dan Banten, yaitu:
Cilodong, Jati Cempaka dan
Jati Luhur.
Meskipun kuota standar minimal untuk kategori B3 Bumil ( ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui) dan Balita (anak dibawah 5 tahun atau non PAUD) di setiap wilayah adalah 300 porsi, saat ini realisasi di lapangan baru mencapai 228 porsi karena menyesuaikan dengan kapasitas sekolah yang ada. Kendati demikian, pihak penyelenggara optimis target total 2.000 porsi akan tetap terpenuhi secara bertahap.
“Untuk memenuhi target 2.000 porsi, penambahannya memang sekitar segitu. Tetapi kalau kita mau tambah menjadi 400 atau bahkan 500 porsi seperti yang di Jati Cempaka, itu sangat memungkinkan karena kapasitas sekolahnya cukup banyak,” pungkas Adri.
Program ini diharapkan dapat memberikan motivasi positif bagi rekan-rekan mitra SPPG serta yayasan yang terlibat agar terus bersinergi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.(yr)
