Jayapura Papua, sorotjakarta.com
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) resmi melantik jajaran Dewan Komisaris dan Direksi baru PT Irian Bhakti Papua (Perseroda) di Gedung Negara, Kota Jayapura, Sabtu (19/9/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Ade Yamin dipercaya sebagai Komisaris Utama, didampingi Yarius Balingga dan Diedrik Kbarek menjabat Komisaris. Sementara untuk jajaran Direksi, dipercaya Elya loupaty sebagai Direktur Utama, Rusli Rahman sebagai Direktur Keuangan, Ricard Willem Rihulay sebagai Direktur Niaga, serta Benyamin Gurik sebagai Direktur Umum dan SDM.
Usai melantik, Gubernur MDF langsung memberikan ultimatum dan target kerja yang jelas kepada manajemen baru.
Gubernur memberi waktu tiga bulan kepada jajaran direksi dan komisaris baru untuk membenahi perusahaan. Target utama yang disorot ialah penyelesaian tunggakan gaji, hak-hak pekerja, dan pesangon karyawan.
Saya akan minta berita tiga bulan lagi. Bagaimana evaluasi tentang perintah-perintah saya. Tadi ada enam atau tujuh poin perintah,” kata Gubernur MDF saat diwawancarai.
MDF menegaskan, kewajiban perusahaan terhadap karyawan harus segera dituntaskan agar tidak memunculkan masalah baru di kemudian hari. Instruksi tersebut termasuk penyelesaian gaji, hak-hak karyawan, serta pesangon bagi yang sudah selesai dan tidak lagi dalam jajaran perusahaan.
Selain membenahi persoalan ketenagakerjaan, manajemen baru juga diminta membenahi tata kelola internal serta mendata dan menyelamatkan seluruh aset perusahaan, baik yang berada di Papua maupun di luar Papua.
Kami ingin BUMD ini bangkit dari keterpurukan dan mampu memberikan kontribusi. Pembenahan internal dan tata kelola yang profesional menjadi kunci utama,” ujarnya.
Gubernur berharap dengan profesionalisme manajemen baru, PT Irian Bhakti Papua sebagai BUMD milik Pemprov Papua dapat kembali sehat, profesional, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi tanah Papua serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Herikson K
