Sorotjakarta,-
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan pembaruan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah per 2 September 2026. Penanganan terus dimaksimalkan melalui kombinasi Satgas Darat dan Satgas Udara di tengah kondisi kualitas udara yang memprihatinkan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa per 1 September 2026 terdapat luasan lahan yang terbakar di sejumlah wilayah, namun sebagian berhasil dipadamkan berkat kerja keras tim gabungan di lapangan.
Kondisi dan Penanganan di Kalimantan Barat
Di wilayah Kalimantan Barat, terdeteksi sebanyak 31 titik api. Data per 1 September 2026 mencatat estimasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 511 hektar, dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan sebesar lebih dari 135 hektar.
“Keberhasilan pemadaman ini merupakan hasil kerja keras Satgas Darat maupun Satgas Udara yang melakukan berbagai upaya,” ujar Berton dalam konferensi pers penanganan karhutla, Rabu (2/9/2026).
Berikut rincian operasional penanganan di Kalimantan Barat:
• Kualitas Udara & Jarak Pandang: Kualitas udara tergolong berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 km.
• Satgas Darat: Memerjunkan 14.563 personel yang bergerak di 25 lokasi prioritas di 8 kabupaten/kota. Total luas lahan yang berhasil dipadamkan melalui jalur darat secara akumulatif mencapai lebih dari 129.000 hektar.
• Satgas Udara:
– Patroli: Dikerahkan 2 unit armada patroli (2 sorti) dengan durasi pemantauan selama 8 jam 49 menit.
– Water Bombing: Mengerahkan 4 unit helikopter yang menjangkau 3 lokasi di Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya. Total air yang dijatuhkan mencapai 408.000 liter dan memadamkan lahan seluas 6 hektar.
• Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Menyemaikan 800 kg garam menggunakan 1 unit armada dengan waktu operasi 1 jam 35 menit. Namun, hasil pembuat hujan belum maksimal/nihil karena tipisnya bibit awan di atmosfer.
• Aktivitas Masyarakat: Kegiatan belajar mengajar (KBM) masih dilaksanakan dari rumah, sementara aktivitas masyarakat lainnya berjalan normal.
Kondisi dan Penanganan di Kalimantan Tengah
Sementara itu di Kalimantan Tengah, terdeteksi 50 titik api dengan luas lahan terbakar per 1 September sebesar ** lebih dari 77 hektar**. Dari jumlah tersebut, Satgas berhasil memadamkan lahan seluas ** lebih dari 48 hektar**.
Rincian pembaruan penanganan di Kalimantan Tengah meliputi:
• Kualitas Udara & Jarak Pandang: Kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 3 km.
• Satgas Darat: Mengerahkan 10.700 personel di 10 kabupaten/kota (termasuk Palangkaraya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas).
• Satgas Udara: Dikerahkan 2 armada untuk patroli udara selama 3 jam 12 menit. Pemadaman via water bombing tidak dilakukan pada hari tersebut. Saat ini, 4 helikopter disiagakan (standby) dan 1 helikopter water bombing sedang dalam proses pemeliharaan rutinitas (maintenance).
• Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Dilakukan 1 kali penerbangan dengan menyebar 800 kg garam durasi 2 jam 8 menit. Namun, operasi belum menghasilkan curah hujan akibat rendahnya pertumbuhan awan di atmosfer Kalteng.(yr)
