September 3, 2026

Biak, sorotjakarta.com
Puskesmas Sumberker melaksanakan kegiatan surveillance migrasi malaria di wilayah kerjanya, Kabupaten Biak Numfor, pada hari ini kamis,3 September 2026 Kegiatan ini bertujuan menekan potensi penularan malaria yang berasal dari luar daerah Biak

Penanggung jawab program malaria Puskesmas Sumber Care, Kristina Mansbawar, menjelaskan bahwa Biak Numfor saat ini tidak memiliki penularan malaria lokal. Namun risiko penularan tetap ada melalui mobilitas penduduk.

Di Biak Numfor sendiri tidak ada penularan malaria yang terjadi karena penularan setempat. Ada nyamuk, tapi lebih banyak menyebabkan demam berdarah. Risiko justru datang dari orang yang bepergian ke daerah endemis tinggi seperti Jayapura, Mamberamo, dan Timika, lalu kembali ke Biak,” jelas Kristina.

Menurutnya, seseorang yang terinfeksi malaria dari daerah endemis dapat menjadi sumber penularan baru di Biak jika tidak segera ditemukan dan diobati. Nyamuk yang menggigit orang tersebut kemudian dapat menularkan ke warga lokal yang tidak memiliki riwayat bepergian.

Untuk itu, setiap orang dengan riwayat perjalanan dari luar Kabupaten Biak Numfor wajib menjalani screening malaria saat tiba di wilayah kerja Puskesmas Sumber Care. Jika ditemukan positif, akan langsung ditindaklanjuti dengan pengobatan.

Hari ini kami melakukan screening kepada 22 orang peserta. Dari jumlah tersebut, ada 2 orang yang tidak memiliki keluhan. Justru kelompok tanpa gejala ini yang harus segera kita temukan, karena mereka tidak sadar sudah menjadi sumber penularan,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas sektor. Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo sebelumnya telah bersurat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor terkait kepindahan atau kedatangan warganya. Karena berada di wilayah kerja Puskesmas Sumber Care, maka Puskesmas wajib turun melakukan screening.

Puskesmas Sumberker berkomitmen untuk terus melakukan surveillance secara aktif guna mencegah masuknya kasus malaria baru dan menjaga status Biak Numfor yang saat ini bebas penularan lokal.(Herikson W Kbarek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!