Juni 19, 2026

Sorotjakarta,-
Praktisi kesehatan masyarakat, Ngabila Salama, mengingatkan bahwa buang air besar (BAB) sembarangan di sungai bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Menurut dr. Ngabila, tinja manusia mengandung berbagai kuman, virus, dan parasit yang dapat mencemari air, tanah, serta makanan. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit seperti diare, kolera, tifoid, hepatitis A, cacingan, hingga stunting pada anak.

“Tidak ada sungai yang cukup besar untuk menghilangkan risiko penyakit dari tinja manusia. Satu-satunya cara aman adalah buang air besar di jamban sehat yang terhubung dengan septic tank sesuai standar,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya penggunaan jamban sehat, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, perlindungan sumber air minum, serta penguatan edukasi masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Menurutnya, tinja yang dibuang ke sungai tidak hilang begitu saja, melainkan dapat kembali ke masyarakat dalam bentuk penyakit.

Karena itu, dr. Ngabila mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan praktik BAB sembarangan demi melindungi kesehatan keluarga, menjaga kualitas lingkungan, dan mewujudkan sanitasi yang layak bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!