Juli 31, 2026

Sorotjakarta,-
Praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama, mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental. Menurutnya, pencegahan gangguan kesehatan mental dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Cegah sakit dengan hidup sehat CERDIK setiap hari. Cegah sakit mental dengan melakukan CERIA setiap hari,” ujar dr. Ngabila Salama, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, konsep CERIA dapat menjadi salah satu pendekatan sederhana yang diterapkan masyarakat untuk menjaga kesehatan mental. CERIA mencakup Cerdas IQ, SQ, AQ, dan EQ; Empati; Rajin beribadah; Interaksi yang bermanfaat dan tidak membuat overthinking atau lelah mental; serta Asah, Asih, Asuh dalam keluarga dan masyarakat.

Menurut dr. Ngabila, kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual atau IQ, tetapi juga perlu diimbangi dengan kecerdasan spiritual, kemampuan menghadapi tantangan, serta kecerdasan emosional. Hal tersebut penting agar seseorang mampu mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun hubungan sosial yang sehat, dan memiliki ketahanan mental.

Selain menerapkan pola hidup sehat secara mental, ia juga mendorong masyarakat untuk melakukan konseling kesehatan mental secara berkala. Pendampingan psikologis dari tenaga ahli dinilai penting untuk membantu seseorang mengenali dan mengatasi persoalan psikologis sejak dini.

“Lakukan konseling mental berkala, pendampingan psikologis dengan ahli, serta lakukan asesmen atau pemeriksaan kesehatan fisik dan mental di awal dan setiap enam bulan sekali,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyediakan kanal pengaduan dan ruang aman yang bersifat rahasia bagi masyarakat yang ingin menyampaikan persoalan atau keluhan terkait kesehatan mental. Menurutnya, ruang untuk bercerita dan mencari bantuan tidak seharusnya hanya tersedia melalui dokter pendamping, tetapi juga melalui sistem pendukung yang memungkinkan seseorang merasa aman dan nyaman untuk mengungkapkan masalahnya.

Dr. Ngabila mengingatkan masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental sedini mungkin. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, mudah merasa lelah, malas beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain, mengalami kesulitan tidur, malas mandi dan makan, sering mengalami overthinking, perubahan suasana hati atau mood swing, depresi ringan, sering menangis, serta mudah marah.

“Kenali gangguan kesehatan mental sedini mungkin. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat,” tegasnya.

Menurutnya, perubahan perilaku dan emosi yang berlangsung terus-menerus perlu mendapatkan perhatian. Keluarga, teman, lingkungan kerja, maupun masyarakat di sekitar seseorang memiliki peran penting dalam memberikan dukungan dan mendorong mereka untuk mendapatkan bantuan profesional.

Dr. Ngabila menegaskan, konseling sejak dini dengan psikolog atau psikiater dapat menjadi langkah penting dalam mencegah masalah kesehatan mental berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Dengan mendapatkan pendampingan profesional secara tepat waktu, seseorang dapat memperoleh bantuan untuk memahami kondisi yang dialami, mengelola tekanan, serta menemukan strategi yang lebih sehat dalam menghadapi persoalan kehidupan.

“Dengan melakukan konseling sedini mungkin dengan psikolog atau psikiater, kita dapat mencegah gangguan mental berat hingga munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup,” pungkasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya saling peduli terhadap kesehatan mental, dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Penerapan prinsip asah, asih, dan asuh di tengah keluarga dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih suportif, penuh empati, dan memberikan rasa aman bagi setiap individu.

Kesehatan mental, lanjutnya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, menjaga kesehatan mental perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pola hidup sehat, hubungan sosial yang positif, kegiatan spiritual, komunikasi yang baik, serta keberanian untuk mencari bantuan profesional ketika diperlukan.Jika ingin, saya juga bisa membuatkan versi berita yang lebih tajam dan menarik untuk media online, lengkap dengan 5 pilihan judul alternatif.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!