Sorotjakarta,-
Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) sukses menyelenggarakan rangkaian acara pameran dan kontes domba yang tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi para peternak, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat luas.
Salah satu daya tarik utama dalam rangkaian acara ini adalah dibukanya kategori seni ketangkasan domba.
Ketua Umum HPDKI, Ir. Yudi Guntara Noor, S.Pt., IPU, mengungkapkan bahwa seni ketangkasan yang digelar ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta dan Tangerang. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengikis persepsi keliru yang menganggap seni ketangkasan Domba Garut mengabaikan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).
“Seni ketangkasan itu di samping juga ada atraksi seninya, tetapi juga memperhatikan kaidah animal welfare atau kesejahteraan hewan. Dan inilah yang ingin kita sosialisasikan kepada masyarakat luas, khususnya di Jakarta, Tangerang, yang mungkin masih menganggap seni ketangkasan domba Garut itu tidak animal welfare,” ujar Yudi.
Yudi juga menegaskan bahwa tradisi ini sarat akan nuansa budaya yang kental. Eksistensi dan perkembangan Domba Garut hingga saat ini tidak lepas dari eratnya kaitan antara pelestarian hewan tersebut dengan budaya kesenian ketangkasan Domba Garut yang menjadi warisan budaya nasional.
“Ini kental dengan nuansa budaya. Sehingga Domba Garut bisa sampai dengan saat ini ada dan terus berkembang karena ada budaya kesenian ketangkasan Domba Garut tadi itu. Dan ini merupakan salah satu warisan budaya nasional kita yang harus terus kita pertahankan,” tambahnya.
Melalui pameran dan kontes ini, HPDKI memberikan bentuk apresiasi serta motivasi nyata bagi para peternak domba dan kambing di Indonesia. Hasil kerja keras para peternak kini memiliki wadah untuk dipamerkan dan dikonteskan.
Selain sebagai fungsi edukasi dan sosialisasi, ajang ini terbukti mampu mendongkrak nilai ekonomi dan nilai jual hewan ternak secara signifikan. Yudi membeberkan bahwa domba yang berhasil meraih juara di kelas kontes memiliki nilai jual yang jauh berbeda dari domba komersial biasa, bahkan harganya bisa melambung tinggi setara dengan harga mobil mewah.
“Kalau kontes tentu harganya beda dengan yang komersial. Bahkan harganya ada yang bisa sekelas Alphard ya, mahalnya bisa seharga Alphard kalau yang juara. Dan ini adalah merupakan sesuatu yang wajar untuk juga mendorong para peternak kita,” pungkas Yudi.
