Sorotjakarta,-
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Indonesia ke III resmi digelar di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan yang dihadiri para pendeta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa hingga wilayah lainnya itu menjadi momentum penting untuk membahas arah pelayanan, penguatan organisasi gereja, serta rencana strategis GBT ke depan.
Rakernas GBT tahun ini mengusung tema “Bersatu dalam Kasih, Terikat oleh Satu Roh, Terpelihara dalam Damai Sejahtera” yang diambil dari Efesus 4:3-4. Tema tersebut menjadi semangat utama dalam memperkuat persatuan antar pelayan gereja sekaligus menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Ketua Majelis Pimpinan Daerah (MPD) 1 Sinode Gereja Bethel Tabernakel, Pdt. Dr. Horas Manalu, M.Th menjelaskan bahwa Rakernas kali ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi nasional para pendeta, tetapi juga membahas berbagai program pelayanan dan pengembangan organisasi gereja.
“Para pendeta GBT seluruh Indonesia berkumpul di sini untuk membicarakan rapat kerja nasional Gereja Bethel Tabernakel. Di sini dibahas mengenai program ke depan, baik itu reorganisasi maupun rencana-rencana yang akan dicapai untuk kemajuan GBT,” ujarnya saat diwawancarai di sela kegiatan.
Selain agenda pembahasan program kerja, Rakernas juga dirangkaikan dengan pelantikan pejabat gereja dan pengukuhan pendeta baru yang akan bergabung dalam pelayanan di lingkungan Gereja Bethel Tabernakel.
Menurut Horas Manalu, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah dan organisasi keagamaan nasional. Sejumlah perwakilan pemerintah turut hadir, termasuk unsur Pembimas Kristen DKI Jakarta maupun pusat, serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kami juga mengundang PGPI, Pembimas Kristen baik DKI maupun pusat, dan pemerintah daerah. Mereka menyampaikan bahwa di tengah perkembangan zaman saat ini, gereja harus ikut menjaga perdamaian, menjaga kerukunan, dan memenangkan jiwa sebanyak-banyaknya untuk diselamatkan bagi Tuhan,” katanya.
Rakernas turut menghadirkan sejumlah tokoh dan pembicara nasional, di antaranya Ketua Sinode GBT Pdt. Enok Sutopo, pembina rohani Daniel Yunaria, Pastor Michael Gunawan, Ir. Timotius Bhakti, Pdt. Dr. Lukas Sutopo, serta sejumlah pembicara lainnya dari internal maupun eksternal organisasi gereja.
Kegiatan Rakernas sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Mei 2026. Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya dengan agenda internal Majelis Tinggi Pimpinan Sinode Pusat sebelum dilanjutkan dengan pertemuan nasional seluruh peserta Rakernas.
Pembukaan resmi Rakernas dilaksanakan pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB dan dihadiri unsur pemerintah daerah serta tokoh-tokoh gereja nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Horas Manalu menyampaikan harapannya agar Gereja Bethel Tabernakel terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
“Harapan kami gereja makin berkembang, bertambah pendeta yang mau melayani Tuhan, banyak jiwa diselamatkan, Indonesia dipenuhi kemuliaan Tuhan, serta masyarakat semakin rukun, saling menghormati dan menghargai. Saya rindu Indonesia lebih baik, lebih maju, dan lebih keren lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini jumlah pendeta yang tergabung dalam Sinode Gereja Bethel Tabernakel mencapai sekitar 1.300 orang di seluruh Indonesia. Sementara peserta yang hadir langsung dalam Rakernas tahun ini tercatat sebanyak 500 peserta perwakilan daerah.
Rakernas dan pelantikan pejabat gereja tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi pelayanan antarwilayah serta mempererat persaudaraan antarumat beragama demi menjaga persatuan dan kedamaian bangsa Indonesia.(yr)
