Mei 15, 2026

Sorotjakarta,-
Dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VI KBPP Polri dinilai sebagai bagian wajar dari proses demokrasi organisasi. Pengurus Daerah (PD) KBPP Polri Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa seluruh perbedaan pandangan yang muncul tetap berada dalam koridor musyawarah dan semangat persatuan sebagai keluarga besar putra-putri Polri.

“Kita ini satu rahim, sama-sama anak kandung polisi. Ada yang orang tuanya masih aktif, ada juga yang sudah purnawirawan. Jadi perbedaan pendapat itu biasa dalam organisasi, tapi kami yakin ending-nya tetap satu,” ujar ketua PD KBPP Polri NTB I Made Putu Sudarsana di sela Munas VI KBPP Polri.

Menurutnya, pembahasan tata tertib dalam Munas yang diikuti 34 Pengurus Daerah dengan beragam pandangan memang membutuhkan proses penyelarasan. Namun seluruh dinamika tersebut masih berjalan dalam suasana demokratis dan mengedepankan musyawarah.

“Kalau ada yang mendukung, ada yang menolak, itu hal biasa. Semua organisasi juga mengalami hal yang sama. Yang penting semuanya masih bisa dimusyawarahkan,” katanya.

Di tengah dinamika Munas, PD KBPP Polri NTB juga terus fokus memperkuat struktur organisasi di daerah. Dari 10 resort yang ditargetkan terbentuk di NTB, saat ini empat resort telah terbentuk dan dua lainnya direncanakan segera menyusul sepulang dari Munas.

Meski menghadapi tantangan geografis karena wilayah NTB terdiri dari dua pulau, serta keterbatasan waktu dan operasional pengurus yang memiliki aktivitas masing-masing, semangat konsolidasi organisasi disebut terus berjalan.

“Kami berharap tahun ini seluruh 10 resort bisa terbentuk. Setelah itu, tugas berikutnya melakukan pendataan anak-anak polisi, baik yang orang tuanya masih aktif maupun yang sudah purnawirawan,” jelasnya.

PD NTB juga menilai kepemimpinan Ketua Umum KBPP Polri saat ini masih layak dilanjutkan. Selama lima tahun terakhir, organisasi dinilai mengalami perkembangan signifikan dan semakin dikenal masyarakat luas.

“Beliau berhasil membranding KBPP Polri menjadi organisasi yang dikenal di berbagai daerah. Program-programnya juga dirasakan masyarakat. Itu bukan pekerjaan mudah bagi organisasi yang tergolong masih baru,” ujarnya.

Selain memperkuat internal organisasi, KBPP Polri NTB juga terus melakukan sosialisasi ke berbagai Polres di wilayah NTB guna memperkenalkan eksistensi dan peran organisasi kepada masyarakat maupun keluarga besar Polri.

“Responsnya bagus. Selama ini banyak yang belum tahu apa itu KBPP Polri. Sekarang kami mulai turun langsung ke daerah-daerah untuk memperkenalkan organisasi,” tambahnya.

KBPP Polri sendiri ditegaskan sebagai organisasi yang tidak berafiliasi politik dan fokus pada pengabdian sosial serta mendukung institusi Polri dan masyaraka“Kita tidak bermain politik. Yang kita pikirkan adalah bagaimana sebagai anak polisi bisa berbuat untuk organisasi, membantu Polri, dan membantu masyarakat,” tutupnya.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!