Connect with us

News

Aspal Buton Butuh Kolaborasi Seluruh Kementerian Dari Hulu Ke Hilir

Sorotjakarta,-
Ketua Umum Asosiasi Aspal Buton Indonesia menyambut baik atas pernyataan Presiden saat kunjungannya ke Buton 23 September yang lalu, dimana pada saat itu Presiden menyampaikan tentang penggunaan Aspal Buton di seluruh Indonesia dan tidak akan mengimpor aspal pada tahun 2023.

“Alhamdullillah pada 23 September yang lalu Pak Presiden dalam kunjungannya ke Buton dan beliau mencanangkan bahwa dalam 2 tahun lagi kita tidak impor aspal dan semuanya akan menggunakan aspal Buton.” Ujar Dwi Putranto di Jakarta, Rabu, 23/11/2022.

Namun ia menerangkan
dalam prosesnya kita butuh koloborasi dengan semua Kementerian mulai dari hulu ke hilir.

“Pada saat ini semua Kementerian sudah bersama-sama bergerak, di hulunya Kementerian ESDM sudah melakukan penataan kembali di yub-yub yang ada disana.”

“Di bidang industri, Kementerian Perindustrian juga sudah menurunkan tim verifikasi kemampuan industri untuk memberikan angka yang paling falid, berapa sih sebenarnya kapasitas produksi kita?, kemudian di bagian hilir itu adalah Kementerian PUPR.” Terang Dwi.

Ia juga menyampaikan saat pertemuannya dengan Menteri PUPR, bahwa pak Menteri mengatakan semua produk Aspal Buton bukan hanya untuk aspal Buton murni tetapi semua tipe-tipenya akan digunakan.

Dwi menegaskan saat ini Asosiasi tengah mempersiapkan diri untuk tahun 2023 untuk lebih masif lagi dalam pelaksanaan atau pemakaian Aspal Buton di seluruh Indonesia.

Namun Dwi Juga menengaskan, dalam hal ini tidak hanya pemakaian Aspal Buton di tingkat nasional saja tetapi perlu diketahui bahwa pangsa pasar terbesar Aspal Buton ada di jalan Provinsi, Kabupaten dan Kota.

“Karena total panjang jalan nasional itu kurang lebih hanya 8% sampai 10%
dari total panjang jalan Indonesia, jadi yang terbesar itu jalan Kabupaten dan Kota yakni 70%.” Terang Dwi.

Ia juga menerangkan dukungan pemerintah dalam penggunaan Aspal Buton di seluruh Indonesia cukup serius.

“Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri dalam penyusunan pedoman penyusunan APBD di situ telah diarahkan, bahwa semua jalan program penggunaan pembangunan dan revarasi jalan Provinsi, Kabupaten dan Kota di wajibkan menggunakan Aspal Biton tetapi ini butuh sosialisasi.” Ujarnya lagi.

Masih ujarnya, “meskipun peraturan itu ada atau regulasi itu ada tetapi stetmen diwajibkan menggunakan Aspal Buton itu nggak semuannya tahu karena satu kalimat dari ribuan halaman, karena itu perlu sosialisasi. Untuk itu Asosiasi bersama seluruh Kementerian mencoba mensosialisasikan, sesuai UU instruksi Presiden secara lisan itu juga memiliki nilai hukum yang sama dengan instruksi secara tertulis, jadi instruksi Presiden ke Aspal Buton itu harus di laksanakan oleh seluruh stekholder dan seluruh Kementerian.” Tandas Dwi.(yr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News