Mei 15, 2026

Sorotjakarta,-
Pemerintah Kota Bekasi resmi menerapkan kebijakan “One Day English” atau hari berbahasa Inggris mulai April 2026. Kebijakan ini mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas kerja, khususnya setiap hari Jumat serta saat pelaksanaan work from home (WFH).

Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung visi “Bekasi Go International”.

Untuk menyukseskan kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menggandeng Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat Wilayah IV A bersama sejumlah perguruan tinggi di Kota Bekasi. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan bahasa Inggris bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bekasi.

Salah satu perguruan tinggi yang dipercaya mendukung program ini adalah Universitas Panca Sakti Bekasi.

Instruktur pelatihan sekaligus Dekan FKIP Universitas Panca Sakti Bekasi, Dr. Yon A.E., M.Pd, menyampaikan bahwa pelatihan perdana telah dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, dan diikuti oleh sejumlah pejabat OPD Pemerintah Kota Bekasi. Peserta yang hadir antara lain Camat Pondok Gede, Inspektur, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, serta jajaran pejabat lainnya.

“Pelatihan ini akan dilaksanakan selama empat bulan ke depan dan telah dimulai hari ini. Pelatihan hari ini merupakan tindak lanjut dari tahap sebelumnya, di mana pada minggu lalu telah diselenggarakan TOEIC Prediction untuk mengukur sejauh mana kemampuan bahasa Inggris para OPD Pemerintah Kota Bekasi.
Setelah itu, para peserta ditempatkan sesuai dengan level kemampuan masing-masing,” ujar Dr. Yon.

Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para pimpinan OPD dalam menggunakan bahasa Inggris secara profesional guna mendukung tugas kepemimpinan dan komunikasi internasional.

Menurutnya, metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode komunikatif, yakni pendekatan yang menekankan penggunaan bahasa secara nyata dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar memahami teori bahasa.
“Peserta diharapkan mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam konteks pekerjaan, sehingga dapat berkomunikasi secara efektif baik di lingkungan kerja nasional maupun internasional,” tambahnya.

Dr. Yon berharap, melalui program pelatihan ini, kompetensi bahasa Inggris para OPD Kota Bekasi dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu mendukung pelayanan publik yang lebih profesional serta memperkuat citra Kota Bekasi sebagai kota yang siap bersaing di tingkat global.

Program “One Day English” ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun budaya kerja yang adaptif terhadap tantangan global sekaligus meningkatkan kualitas aparatur pemerintah di era internasionalisasi.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!