Sorotjakarta,-
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Bintang Muda Indonesia (BMI) menilai rencana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diusung oleh sejumlah kelompok mantan kader merupakan kegiatan inkonstitusional dan ilegal.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum BMI Farkhan Evendi, dalam rilisnya Rabu, 3/3/2021 menurutnya dilanjutkan atau tidaknya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat tergantung siapa yang berada dibelakangnya.
“Jika gerakan ini berlanjut dan mendapatkan izin, maka hal itu mengonfirmasi pernyataan mereka, bahwa diduga ada oknum yang berasal dari lingkaran kekuasaan telah memberi sokongan penuh pergerakan mereka,” kata Farkhan.
Lebih lanjut Farkhan menjelaskan, campur tangan pihak luar terhadap independensi partai politik sama halnya ingin menghancurkan demokrasi.
“Jika ada hal semacam itu, artinya dia tidak hanya sedang punya niat jahat terhadap Parti Demokrat. Tetapi juga pada kehidupan demokrasi di Indonesia, apapun motifnya campur tangan pihak luar terhadap partai politik tidak dapat dibenarkan,” ujar Farkhan.
Dugaan kami, lanjut Farkhan, dengan melihat betapa ngototnya para mantan kader Demokrat untuk menyelenggarakan KLB telah memberi tanda bahwa pihak eksternal yang turut menyokong pergerakan mereka juga memiliki keinginan yang sama ngototnya dengan mereka.
“Artinya mereka, benar-benar mau main seenaknya sendiri dengan menabrak berbagai aturan dan mengedepankan kekuasaan karena tidak tahan ingin meraih lebih dibanding apa yang pernah diberikan SBY,” kata Farkhan.
“Kami melihat dengan sokongan yg begitu besar, oknum-oknum ini akan terus berusaha merangsek masuk bahkan bisa jadi akan ada pola lama, dimana tiba-tiba bermunculan DPD dan DPC palsu. Jika benar seperti itu, maka saya tegaskan mereka salah alamat, karena lawan mereka adalah AHY dengan pasukannya yang sepenuhnya solid,” ujar Farkhan.
Selain itu, Farkhan juga memastikan bahwa kader BMI di seluruh Indonesia siap pasang badan.
“Jangan coba-coba terhadap Partai Demokrat, tak ada partai besar yang memiliki figur besar dalam sejarah mudah ditaklukkan, malah kita lihat mereka namanya hancur dihadapan sejarah,” ujar Farkhan.
