Soegiharto Santoso : Siapapun Kapolri Pilihan Presiden Adalah YangTerbaik

Soegiharto Santoso : Siapapun Kapolri Pilihan Presiden Adalah YangTerbaik

Sorotjakarta,-
Berhembus calon kuat pemimpin Korp Bhayangkara pengganti Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis, M.Si. yang akan pensiun pada 25 Januari 2021 mendatang adalah sosok Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Banyak kalangan menganggap Penunjukkan Listyo Sigit sebagai Kapolri, memang sudah diprediksi sebelumnya, karena kedekatan (chemistry) antara Listyo dengan Presiden Jokowi.

Salah satu sosok yang turut mengomentari adalah Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky, “Semua calon Kapolri adalah mereka yang memiliki trekrecord yang baik, namun siapapun yang di pilih oleh Pak Presiden adalah yang terbaik dari yang baik.” Ucap Pemimpin Umum BISKOM sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Info Breaking News dan Wakil Pemimpin Umum Jurnal123.com saat dijumpai di PN Jakarta Pusat, Selasa, 12/1/2021.

Menurutnya, Sosok Listyo Sigit Prabowo memiliki kedekatan (Chemistry) karena pernah menjabat sebagai Kapolres Surakarta/ Solo tahun 2011 pada saat Pak Joko Widodo menjabat sebagai Walikotanya, ditambah lagi sempat menjabat sebagai ajudan Presiden RI selama 2 (dua) tahun, yaitu sejak tanggal 20 Oktober 2014 hingga – tanggal 5 Oktober 2016, selain dari itu tentu saja berdasarkan prestasi-prestasi beliau yang telah diketahui oleh Pak Jokowi.” Terang Hoky Sapaan akrapnya.

“Kita ketahui bersama tentang Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, berprestasi menangkap buronan kelas kakap Joko S Chandra di Malaysia di mana beliau sendiri yang memimpin tim penangkapan itu. Lalu dengan profesional dan transfaran oknum Polisi yang terlibat dengan Joko S Chandra di proses secara hukum.” Tambah Hoky

Hoky berharap bagi Kapolri yang terpilih untuk terus melanjutkan ketegasan-ketegasan yang telah di lakukan oleh penegak hukum, meskipun harus diakui bahwa ada juga oknum-oknum yang melakukan pelanggaran atau kelalaian, hal ini seperti yang pernah saya alami. Saya sempat di kriminalisasi dan di tahan selama 43 hari lalu kami berjuang di PN Bantul hingga ke MA dengan vonis tidak bersalah dan telah berkekuatan hukum tetap, itulah sebuah proses hukum yang memang harus melalui proses panjang dan tetap harus kita ikuti dengan baik dan benar.”

“Jadi dengan pengalaman yang saya ceritakan di atas, kita sebagai masyarakat yang penting terhadap hukum itu jangan takut, tetapi yang benar adalah kita taat hukum karena negara kita adalah negara hukum, jika ada kekecewaan janganlah melakukan tindakan yang anarkis karena akan merugikan diri kita dan orang lain.” Jelas Hoky.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan