Presidium Penyelamat Partai Berkarya Percepat Munas/Munaslub Untuk Evaluasi Total

Presidium Penyelamat Partai Berkarya Percepat Munas/Munaslub Untuk Evaluasi Total

Sorotjakarta,-
Sehubungan dengan gagalnya Partai Berkarya lolos Parliamentary Treshold (4% ) di Pemiku 2019, menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan partai yang dimotori oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pasca Pemilu 2019 kondisi Partai Berkarya semakin tidak menentu, karena tidak adanya pedoman teknis dan arahan. Sementara permasalahan internal partai di pusat maupun daerah semakin meningkat dari hari ke hari.

Agar tidak semakin larut dalam ketidakpastian, dan untuk menormalkan kembali jalannya sistem tata kelola partai, maka Majelis Tinggi Partai Berkarya, sesuai amanat konstitusi (AD/ART) yang diatur pada Pasal 28 ayat (1) dan (2) tentang Majelis Tinggi Partai, dan untuk menyelamatkan Partai Berkarya pada ambang keancuran, maka dibentuk Presidium Penyelamat Partai Berkarya dengan agenda tunggal melaksanakan evaluasi total lewat Musyawarah Nasional(Munas) dipercepat atau Munas Luar Biasa.

Adapun temuan yang menjadi dasar pertimbangan dilaksanakannya evaluasi melalui Percepatan Munas atau Munaslub antara lain:
1.Dewan Pengurus Pusat (DPP) dalam melakukan penyusunan kepengurusan tidak berdasar pada AD/ART.
2. Aturan tehknis, baik berupa pedoman organisasi(Po), Petunjuk Pelaksanaan atau Surat Resmi Aturan Dalam Pengambilan Keputusan Pengelolam Partai tidak pernah dikeluarkan.
3.Tidak adanya evaluasi pasca Pemilu 2019 untuk menghadapi Pemilu 2024, dan Tidak adanya rapat- rapat pleno atau rapat nasional yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP).
4.Dewan Pengurus Pusat (DPP) melakukan pembiaran secara terstruktur atas Pelanggaran AD/ART.
5.Adanya keterlibatan orang diluar struktur partai yang mempengarui kebijakan partai.
6. Menghadapi Pilkada 2020, tidak adanya aturan pelaksanaan yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP), sehingga berdampak bagi calon Kepala Daerah yang akan mengendarai Partai Berkarya, adanya tumpang tindih antara kebijakan pusat dengan daerah.
7.Usulan Majelis Tinggi Partai Berkarya untuk melaksanakan evaluasi melalui rapat-rapat yang diakui oleh AD/ART tidak direspon positif oleh Dewa Pengurus Pusat (DPP).
8.Adanya permintahan dari DPW Provinsi dan DPD Kabupaten/kota yang sudah mencapai 2/3 dari
keseluruhan jumlah DPW dan DPD untuk melaksanakan evaluasi melalui Musyawarah Nasional Luar biasa (MUNASLUB) sebagaimana yang diamanatkan oleh Konstitusi Partai Berkarya (AD/ART).

Berdasar temuan-temuan tersebut di atas, maka Majelis Tinggi Partai Berkarya hari ini Kamis, 12/3/2020 di markas besar presidium penyelamat Partai Berkarya jalan Brawijaya IX No 1 Jakarta Selatan, memutuskan membentuk
Presedium Penyelamat Partai Berkarya (P3B), yang bertugas untuk menjalankan aktifitas partai sehari-hari hingga terbentuknya kepengurusan DPP yang baru, selanjutnya P3B membentuk panitia pelaksana Musyawarah Nasional Partai Berkarya( Munas Luar Biasa/Munas di percepat) dari unsur pimpinan DPP periode 2017-2022 dan kader Partai Berkarya lainnya, serta melaporkan hasil Munas tersebut ke pemerintah melalui Kemenkumham untuk mendapatkan keabsahan AD/ART dan kepengurusan periode 2020-2025.

Susunan Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) terdiri dari unsur pimpinan Dewan
Pengurus Pusat dan Keluarga Besar Partai Berkarya, yakni:
1. H. Achmad Goesra sebagai Ketua sekaligus Anggota
2. Drs. H. Khalek Lubis sebagai Sekertaris sekaligus Anggota
3. Dr. H. Badaruddin Andi Picunang, S.T., M.M., M.A.P., M.T sebagai Anggota
4. Sony Pudjisaseno, S.H., M.H. sebagai Anggota
5. Hari Saputra Yusuf, S.Sos., S.H. sebagai Anggota
6. Guntar Boerhamsah, S.H., M.H. sebagai Anggota
7. Oirida Seskania Ibrahim sebagai Anggota

Sedangkan susunan panitia pelaksana Munaslub/Munas I:
Panitia Pengarah (Steering Committee) antaralain
Ketua: Dr. H. Badaruddin A. Picunang, S.T., M.M., M.A.P., M.T. Wakil Ketua: Sony Pudjisaseno, S.H., M.H. Wakil Ketua: Hari Saputra Yusuf, S.Sos., S.H. Sekretaris: Artanto Prastowo. Anggota: 1.Oirida Seskania Ibrahim. 2. Aries Sumanto. 3. Oktobariandi, S.H.

Panitia Pelaksana (Organising Committee) yakni:
Ketua: Guntar Boerhamsah, S.H., M.H. Wakil Ketua; Abd. Wahab Joni. Wakil Ketua: Hilman Budi B. Sekretaris
Dr. H. Yudi Relawanto, S.H. Wakil Sekretaris: Ir. Haerul, S.Kel., M.Si. Bendahara: Wibisono Bahir. Wakil Bendahara I: Edy dan
Wakil Bendahara 2: Dahlar.(yurike)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan