Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan DKI Jakarta Gelar Pameran Pariwisata Halal 2019

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan DKI Jakarta Gelar Pameran Pariwisata Halal 2019

Sorotjakarta,-
Perkembangan trend wisata dunia dari waktu ke waktu terus berkembang. Saat ini potensi wisata halal sedang ramai menjadi perbincangan bagi pelaku industry pariwisata global.

Dari data statistic mengacu pada Mastercard Crescent Rating-Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia dan Uni Emirat Arab berada di strip 2 dengan skor masing-masing 72. Skor Indonesia hanya terpaut 9 dari Malaysia yang telah secara serius membidik pasar ini melalui promosi-promosi pariwisata yang cukup massif.

Jumlah negara anggota GMTI mencapai 130 dengan potensi dan target pasar wisatawan yang terus tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Pada awal tahun 2000 jumlah wisatawan muslim berada pada angka 25 juta wisatawan sedangkan pada tahun 2017 jumlahnya meroket naik 470% menembus angka 131 juta.

Diperkirakan tahun 2020 jumlah wisatawan akan mencapai 156 juta.

Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Khazanah kekayaan alam, budaya, adat istiadat, kuliner, fashion, lifestyle dengan nuansa halal yang begitu kental telah menyatu dalam hidup sehari-hari.

Potensi ini jika tumbuh dan di kelola dengan tepat menjadi benchmark surga halal dunia. Kita memiliki pondasi kuat untuk membidik posisi teratas di tahun 2020.

Dilatar belakangi oleh pemahaman yang obyektif, dorongan untuk berkembang dan berkompetisi serta dampak yang menguntungkan bagi dinamika usaha parisiwata di Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Pameran Pariwisata Halal 2019 pada tanggal 21-24 November 2019 di Jakarta Convention Center.

Selain bertujuan mendorong berkembangnya usaha pariwisata dan mengoptimalkan potensi pariwisata halal di Jakarta, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan branding halal bagi berbagai jenis usaha dalam industry kepariwisataan di Jakarta.

Kedepannya akan memudahkan produk dan layanan halal lokal untuk menembus pasar internasional. Pada akhirnya tentu saja kegiatan ini akan memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi kota wisata internasional yang ramah dan akomodatif bagi wisatawan muslim.

Kegiatan Pameran Pariwisata Halal 2019 akan dilaksanakan dalam 4 hari dengan rangkaian kegiatan berupa pameran yang melibatkan pelaku industri pariwisata halal (exhibitor) termasuk pelaku UMKM yang akan menyajikan berbagai produk seperti hotel, travel, produk kecantikan, produk makanan, busana muslim, bank syariah, serta education and art. Selain itu, tak kalah pentingnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga mendatangkan langsung para narasumber berkompeten dan profesional dari dalam negeri dan 4 negara lainnya yaitu Negara Korea, Jepang, Malaysia, dan London untuk mengisi kegiatan seminar dan workshop.

Seminar dan workshop akan membahas mengenai wisata halal, presentasi program wisata berbasis halal tourism beserta tantangan dan peluang mengembangkan wisata halal di Jakarta sebagai tujuan destinasi wisata baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pameran Pariwisata Halal ini juga akan menampilkan Fashion Show hasil kreasi busana muslim dari designer-designer Indonesia yang menjadi kiblat trend mode busana muslim di Indonesia. Busana yang ditampilkan merupakan hasil kreasi yang mempertegas cita rasa budaya Indonesia yang menginspirasi dan turut mebantu melestarikan kain-kain tradisional dengan motif khas Indonesia dalam nuansa busana muslim. Tidak ketinggalan, Pameran Pariwisata Halal 2019 ini juga menampilkan kekayaan kesenian Indonesia yang diwarnai dengan music-musik reliji penampilan kesenian tradional Jakarta juga penyanyi dan grup music bernuansa islami seperti Opick, Debu, Snada, Aleehya dan masih banyak lagi
(yurike)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan