Yayasan Dana Gotong Royong Dan Yayasan Harapan Kita, Kontribusinya Nyata Pada Masyarakat

Yayasan Dana Gotong Royong Dan Yayasan Harapan Kita, Kontribusinya Nyata Pada Masyarakat

Sorotjakarta,-
Hut Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) ke-33 dan Hut Yayasan Harapan Kita (YHK) ke-51 tahun di gelar dengan pemotongan 2 buah tumpeng oleh Hj Siti Hardiyanti Rukmana.

“Pada hari ini, 51 tahun lalu Almarhumah Ibu Tien mendirikan Yayasan Harapan Kita. Di hari ini pula, 33 tahun lalu, beliau pun mendirikan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan. Tekad beliau tegas, jangan pernah kita dikalahkan oleh penderitaan tanpa berupaya melawannya sekuat kita bisa,” ujar Hj. Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut pada kata sambutannya di Gedung Granadi Kuningan Jakarta, baru-baru ini.

Mbak Tutut menyampaikan sambutannya di hadapan para tamu undangan diantaranya pengurus Yayasan Dana Gotong Royong, pengurus Yayasan Harapan Kita, perwakilan dari Arsip Nasional, Ketum Kirap Remaja Nasional Indonesia dan tamu undangan lainnya.

Usai acara Ketum Kirap Remaja Nasional Indonesia mengatakan Yayasan yang di dirikan oleh Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharta sangat di rasakan manfaatnya dan bantuannya sangat menyentuh langsung ke masyarakat dalam membantu, karna semua bantuan yang di berikan oleh Yayasan Dana Gotong Royong yang di Komandani oleh mbak Tutut di berikan dalam bentuk bantuan nyata dan mengena ke sasarannya langsung, contohnya bantuan sembako atau uang cas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut di katakan oleh Yosep “Yayasan memberikan bantuan kepada seluruh masyarakat di 34 Provinsi yang tertimpa bencana alam, seperti kejadian Palu kita berikan bantuan tenda dan membuka dapur umum bahkan pasca bencanapun kita berikan bantuan rehabilitasi yang di perlukan sesuai kebutuhan.”jelas Ketum Kirap Remaja Nasional Indonesia.

Sementara Sekertaris Jendral Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusian usai acara syukuran kepada media mengatakan. “Melalui Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan ini, putra-putri Presiden Soeharto (Mbak Tutut, Mas Indra Rukmana, Mas Sigit, Mbak Titiek, Mas Tommy, dan Mbak Mamiek Soeharto) dididik Ayahanda (Soeharto) dan Ibunda (Tien Soeharto) sebagai ujung tombak pengantar Sila ke-5 Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab,” ucap Mohamad Yarman(yr)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan