Sorotjakarta,-
Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) IX diwarnai dukungan kuat terhadap calon petahana (Juswandi Kristanto).
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APBMI Kuala Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengisyaratkan pemilihan ketua umum kali ini berpotensi besar berlangsung secara aklamasi.
Sekretaris DPC APBMI Kuala Samboja, Hambali, mengungkapkan bahwa sejak pendaftaran dibuka, belum ada calon lain yang muncul untuk menantang incumben.
“Kalau calon kuat sementara ini ya masih tetap inkamben (petahana). Sepertinya akan mengarah ke aklamasi karena sejak awal dibukanya pendaftaran tidak ada yang mencalonkan lagi,” ujar Hambali di sela-sela acara Munas APBMI, Jakarta, 28/10/2026.
Hambali menegaskan bahwa DPC APBMI Kuala Samboja memberikan dukungan penuh kepada petahana untuk kembali memimpin. Ia berharap kepengurusan mendatang mampu mengayomi seluruh anggota dan DPC yang tersebar di daerah.
“Harapan kami ke depannya APBMI bisa lebih baik lagi. Artinya, bisa mengayomi PB-PB (Perusahaan Bongkar Muat) yang ada, terutama keanggotaan di daerah masing-masing,” katanya.
Tantangan Lapangan Kerja dan Sektor Batubara di Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Hambali yang juga merupakan Direktur Operasional PT Merin perusahaan yang bergerak di bidang bongkar muat turut membeberkan dinamika serta tantangan operasional yang dihadapi para pengusaha bongkar muat di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kuala Samboja.
Menurutnya, ketersediaan lapangan kerja di daerahnya sangat bergantung pada aktivitas muatan komoditas batu bara. Namun, operasional belakangan ini sempat terkendala oleh faktor cuaca ekstrem serta persoalan administratif perusahaan tambang.
“Di tempat kami itu mengandalkan sektor batu bara, jadi muatan secara keseluruhan adalah batu bara. Dengan adanya kendala cuaca seperti kemarau yang membuat Sungai Mahakam kering, ditambah RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) yang belum kelar di tiap-tiap perusahaan, itu cukup mempengaruhi,” jelas Hambali.
Kendati demikian, ia optimistis kondisi operasional akan segera pulih seiring mulai turunnya hujan dan selesainya pengurusan perizinan.
“Mudah-mudahan RKAB segera selesai, hujan juga sudah mulai kembali sehingga Sungai Mahakam bisa normal. Harapan kita, kita bisa kembali bekerja secara normal seperti semula,” pungkasnya.(yr)
