Sorotjakarta,-
Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) ke-IX menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha untuk mengevaluasi arah kebijakan organisasi ke depan. Salah satu suara yang mengemuka datang dari perwakilan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APBMI Kual Samboja, Kalimantan Timur, Lahidi.
Dalam wawancaranya dengan awak media dilokasi acara Munas IX baru- baru ini, Lahidi menyampaikan harapan besar agar kepemimpinan baru APBMI hasil Munas ke-IX ini mampu melanjutkan estafet kepemimpinan serta menyelesaikan berbagai Pekerjaan Rumah (PR) strategis yang belum tuntas.
“Ya, kami sangat berharap beliau meneruskan kepemimpinan sebagai Ketua Umum APBMI (Juswandi Kristanto)
Karena seperti yang disampaikan beliau tadi di dalam acara sambutannya, masih banyak PR yang harus diselesaikan atau dikerjakan oleh kepemimpinan ke depannya,” ujar Lahidi.
Ia menyoroti pentingnya penyesuaian regulasi, khususnya peraturan-peraturan dari Kementerian Perhubungan yang berkaitan erat dengan kesejahteraan serta eksistensi badan usaha bongkar muat di masa mendatang.
Tantangan dan Harapan di Pelabuhan Kuala Samboja
Sebagai perwakilan dari Kalimantan Timur, Lahidi memaparkan kondisi terkini di Pelabuhan Kual Samboja. Saat ini, pelabuhan tersebut masih beroperasi secara konvensional, namun ke depannya direncanakan akan dibangun pelabuhan darat seiring dengan proses perizinan yang sedang berjalan.
Kendati fasilitas pelabuhan ke depannya akan semakin berkembang melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Lahidi menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat dengan perusahaan bongkar muat lokal yang telah terdaftar sebagai anggota APBMI.
Di Pelabuhan Kuala Samboja sendiri, terdapat tiga Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang beroperasi sebagai penyedia fasilitas pelabuhan. Pihaknya berharap agar BUP tersebut dapat bermitra secara sinergis dengan anggota APBMI setempat.
“Kami harapkan BUP-BUP yang beroperasi itu ya perusahaan bongkar muat yang mengerjakan, yang sudah menjadi anggota APBMI (DPC APBMI Kuala Samboja),” tegasnya.
Dorongan Penguatan Ekosistem Bongkar Muat
Lahidi juga menambahkan bahwa eksistensi APBMI harus terus didukung secara proaktif untuk mengawal pertumbuhan volume bongkar muat di berbagai daerah. Meskipun volume aktivitas pelabuhan diprediksi akan meningkat dengan hadirnya fasilitas baru, ia mengingatkan agar regulasi yang ada tetap memberdayakan perusahaan bongkar muat lokal yang tergabung dalam asosiasi.
Melalui Munas APBMI ke-IX ini, para pelaku usaha berharap ketua umum terpilih nantinya mampu memperkuat posisi tawar asosiasi di tingkat pusat maupun daerah, demi terciptanya iklim usaha logistik maritim yang sehat, adil, dan berkelanjutan.(yr)
