Oktober 4, 2026

Supiori, sorotjakarta.com
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Supiori sukses menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPA) dan Konferensi Cabang II Tahun 2026 di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua.

Kegiatan kaderisasi ini dihadiri sebanyak 69 peserta lintas organisasi, berdasarkan daftar hadir resmi panitia. Peserta berasal dari KNPI Supiori, Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Supiori, Karang Taruna Supiori, Kepala Distrik Supiori Selatan, Kepala Desa Kobari Jaya, Polres Supiori, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan pemuda gereja GKI, GBGP, GPDI dan STTP Supiori.

Kegiatan dipimpin langsung Ketua DPC GAMKI Supiori Daud Kristian Wabdaraon dan Sekretaris Edison Y Krar.

Hadir sebagai pembicara utama, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) GAMKI Provinsi Papua,Moris Marcelino Marini,S.IP, yang mewakili Ketua DPD GAMKI Papua yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya di podium resmi DPC GAMKI Supiori dengan semboyan Ora Et Labora Moris menegaskan bahwa MAPA memiliki makna strategis bagi masa depan organisasi.

MAPA bukan sekadar proses penerimaan anggota baru. Ini adalah bagian penting dalam proses mempersiapkan manusia yang memiliki iman, karakter, integritas, kapasitas kepemimpinan serta kepedulian terhadap gereja, masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” tegas Moris.

Ia menekankan GAMKI tidak boleh terjebak dalam kegiatan seremonial semata, melainkan harus hadir menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Hari ini pembangunan Papua dan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi mau bekerja, mampu berkolaborasi, berinovasi dan memiliki keberanian dalam mengawal kepentingan rakyat,” ujarnya.

Moris juga mengaitkan peran GAMKI dengan visi pembangunan Kabupaten Supiori yang maju, sejahtera, berkarakter, berkelanjutan dan berbasis ekonomi biru.

Menurutnya, Supiori bukan hanya wilayah administratif, tetapi memiliki warisan iman dan sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua yang wajib dijaga oleh generasi muda.

Menjadi pemuda Supiori bukan hanya tentang membangun daerah secara fisik, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai iman, menjadi teladan dalam masyarakat dan menghadirkan kasih melalui karya nyata,” katanya.

Pada kesempatan itu, Moris menegaskan positioning GAMKI sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah daerah.

Ketika pemerintah bekerja untuk rakyat kita dukung. Ketika ada hal yang perlu diperbaiki, berikan kritik yang bermartabat. Dan ketika ada persoalan masyarakat, GAMKI tidak hanya berbicara, tetapi ikut mencari jalan keluar,” tegasnya.

Ia berpesan kepada seluruh kader agar tidak menjadikan organisasi sebagai alat kepentingan pribadi.

Jangan jadikan organisasi sebagai ruang untuk mencari kepentingan pribadi. Jadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, ruang pembentukan karakter, dan ruang untuk melahirkan pemimpin muda Papua yang takut akan Tuhan, mencintai sesama dan setia kepada NKRI,” pesannya.

Moris menutup sambutannya dengan penegasan tentang kekuatan kolektif organisasi.

Organisasi yang kuat bukan karena satu orang yang hebat, tapi karena banyak orang yang mau berjalan bersama dalam satu visi dan satu semangat pengabdian,” pungkasnya.

Rangkaian MAPA dan Konfercab II DPC GAMKI Kabupaten Supiori Tahun 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berjalan bersama, bekerja bersama dan melayani bersama.

Laporan: Herikson Kbarek & Memoria Rumabar (Sorotjakarta.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!