Agustus 3, 2026

Sorotjakarta,-
Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Prof. Dr. H. Sumaryoto, menghadiri acara Pelantikan dan Diskusi Publik Pengurus Keluarga Alumni Universitas Indraprasta PGRI (KALUNI Unindra) Periode 2026–2029. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan sejumlah pesan mendasar bagi jajaran pengurus baru guna memperkuat peran alumni terhadap kemajuan almamater.

Pembentukan Database Alumni yang Terintegrasi

Prof. Sumaryoto menekankan bahwa langkah awal (starting point) terpenting bagi kepengurusan KALUNI Unindra periode ini adalah membangun basis data (database) alumni yang lengkap, akurat, komprehensif, dan terintegrasi.

Menurut beliau, saat ini Unindra memiliki lebih dari 112.000 alumni. Dengan adanya database yang tertata baik, organisasi alumni dapat mengembangkan berbagai program turunan yang optimal, seperti:
•Pengembangan Jaringan & Tracer Study, Memudahkan komunikasi serta pemetaan keberadaan alumni di berbagai lapangan kerja.
• Dukungan Karir: Membantu para lulusan, baik yang sudah bekerja maupun yang masih mencari peluang kerja.
• Sinergi Antar-Alumni: Mempertemukan alumni yang telah berhasil untuk saling merangkul dan membantu alumni lainnya.

Kontribusi Alumni di Tengah Tantangan Dunia Pendidikan

Selain masalah pendataan, Rektor Unindra juga menyoroti berbagai tantangan di masa baru yang saat ini cukup berat dihadapi oleh perguruan tinggi. Beliau berharap KALUNI Unindra mampu membuktikan perannya untuk mem backup atau mendukung almamater secara nyata.

“Kunci dasarnya ada pada disiplin dan semangat pengabdian. Jika disiplin ditingkatkan, kita baru bisa berbuat sesuatu yang nyata untuk almamater,” ujar Prof. Sumaryoto, Minggu, 2/8/2026.

Sikap Demokratis dan Saling Mempercayai

Mengenai kepengurusan baru yang terpilih, Prof. Sumaryoto menilai para pengurus sudah representatif mewakili suara lulusan Unindra. Beliau menyarankan agar pengurus fokus menyusun program-program prioritas dan selektif yang realistis untuk dilaksanakan, tanpa perlu menyusun rencana yang terlalu muluk-muluk.

Terkait dinamika perguruan tinggi dan kebijakan pendidikan, Rektor menyuarakan pentingnya sikap saling percaya, mendukung, serta tidak saling menyalahkan.

“Setiap orang pasti memiliki kelemahan dan kesalahan, itu yang harus kita akui. Jangan terus mengeksplorasi hal yang salah, karena kalau begitu bagaimana kita mau jalan? Sebagai bangsa yang demokratis, mari kita tunjukkan dukungan dan kepercayaan,” pungkasnya.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!