Sorotjakarta,-
Pameran industri maritim terbesar, INAMARINE, yang diselenggarakan oleh PT GEM Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai wadah vital bagi pengembangan dan penguatan konektivitas sektor maritim nasional.
Hadir sebagai salah satu tamu undangan, akademisi sekaligus pengajar Program studi S2 Keamanan Maritim pada Fakultas Keaman Nasional Universitas Pertahanan, Dr. Ir. Rudiyanto, Dip. ISM., MIIRSM., MBA., CIQnR., CIQaR., saat ditemui dilokasi acara dengan ramah pada media ia mengapresiasi atas konsistensi penyelenggaraan pameran tahunan ini. Menurutnya, ajang seperti INAMARINE memberikan ruang penting bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan potensi serta memperluas jaringan kerja sama.
“Kalau kita bicara promosi, beberapa industri maritim pasti harus punya tempat untuk mengaktualisasikan diri dan mengenalkan produk atau layanannya kepada khalayak di bidangnya. Penyelenggaraan yang rutin setiap tahun ini sangat baik karena dapat menjadi media promosi, kerja sama, hingga peluang bisnis maupun non-bisnis,” ujar mantan Dirut PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 28/7/2026.
Dorong Integrasi Antarmoda dan Interkoneksi Transportasi
Salah satu poin menarik dalam penyelenggaraan tahun ini adalah penggabungan pameran maritim dengan sektor perkeretaapian (railway). Rudiyanto menilai integrasi kedua sektor ini sebagai langkah strategis yang menjawab tantangan transportasi nasional saat ini.
Menurutnya, kolaborasi interkoneksi antarmoda seperti integrasi jalur laut dan rel kereta api sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan visibilitas moda transportasi di Indonesia.
“Pameran ini menjadi menarik karena disatukan dengan sektor railway. Kita bisa melihat adanya interaksi dan interkoneksi antarmoda yang bisa diintegrasikan. Ini menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia, dan pameran seperti ini bisa menjadi wadah studi serta diskusi yang sangat bernilai,” jelasnya.
Harapan bagi Penyelenggara: Ikuti Isu Global dan Regulasi IMO
Menatap penyelenggaraan di masa mendatang, Rudiyanto berharap PT GEM Indonesia selaku penyelenggara dapat terus memperluas jangkauan pameran dan membawa isu-isu strategis yang sedang hangat di tingkat global.
Ia menekankan pentingnya menyelaraskan topik pameran dengan regulasi terbaru dari International Maritime Organization (IMO) maupun penyesuaian aturan nasional.
Hal ini bertujuan agar para pelaku industri maritim tanah air dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri lebih awal terhadap standar internasional.
“Harapannya ke depan penyelenggaraan bisa semakin besar dan jangkauannya lebih luas. Selain itu, penting untuk berfokus pada isu yang sedang ‘in’ atau hangat, misalnya resolusi IMO terbaru, standar persyaratannya, atau aturan regulasi nasional. Dengan begitu, kalangan maritim dan transportasi kita bisa memahami tren dan ketentuan global lebih awal,” pungkasnya.(yr)
