Sorotjakarta,-
Menyikapi kondisi akhir-akhir ini terkait sikap pemerintah dalam hal ini pihak KPU dan Bawaslu yang tidak menanggapi berbagai aksi protes yang disampaikan atas dugaan kecurangan di depan mata, maka kami yang tergabung dalam Perempuan Indonesia Bergerak (PIB) dalam waktu dekat akan turun ke jalan untuk melakukan aksi damai secara serentak di seluruh Indonesia.
Demikian dikatakan, Koordinator Presidium, Perempuan Indonesia Bergerak (PIB), Monica Armi Soraya, kepada media baru-baru ini usai acara bukber di kediamannya di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu 12/5/2019.
Dikatakan Monica, aksi damai serentak ini diikuti seluruh wilayah di berbagai daerah di Indonesia menuntut keadilan, tolak pemilu curang dan kawal demokrasi.
Menurut Monica banyaknya korban yang mencapai hampir 600 petugas KPPS meninggal dunia dalam menjalankan tugas mengundang simpati dan keprihatinan kaum perempuan Indonesia, berapa banyak kaum ibu-ibu seperti kami ini yang kehilangan suaminya dan terpaksa menjadi janda, berapa banyak anak-anak menjadi yatim-piatu karena kehilangan bapaknya, inilah yang membangkitkan semangat kami untuk terus bergerak menuntut keadilan,” tegas Monica.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Lapangan, Susilowati Soehoed, menghimbau kepada pemerintah agar mendengar sekaligus merespon aspirasi kami para kaum perempuan Indonesia.”Kami bergerak sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun kami bergerak sendiri dengan biaya sendiri,” jelasnya.
Seksi Acara, Dewi Herawati di dampingi seksi keamanan PIB, Dara Hakim, juga menambahkan, perempuan Indonesia bergerak tidak aneh-aneh, ini panggilan hati nurani kami, panggilan jiwa, karena melihat kondisi negeri saat ini, kami tidak anarkis, ini murni suara hati perempuan,” ujarnya.
Bagian media, Maya Anhar, menambahkan, seekor ikan hiu yang terdampar di pantai, tentu pemerintah akan segera mencari tahu penyebab kematian ikan hiu tersebut, TV akan memberitakan dan dunia luar juga mencari tahu penyebab kematian seekor ikan tersebut, sekarang hampir 600 orang meninggal petugas KPPS. “Kami akan bergerak dan mengatakan pada dunia kami peduli dan kami menuntut pemerintah untuk peduli terhadap bencana kemanusiaan ini,” tegas sosok perempuan ini prihatin. (yurike)
