Juni 17, 2026

Sorotjakarta,-
Perkumpulan Petambak Udang Indonesia (Shrimp Club Indonesia) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing komoditas udang nasional di kancah internasional.

Organisasi yang telah menaungi para pelaku usaha budidaya udang dari Sabang hingga wilayah Indonesia Timur selama 21 tahun sejak 2005 ini, melihat potensi besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi dalam industri ini.

Sekretaris Jenderal Shrimp Club Indonesia, Rully Setya Purnama, mengungkapkan bahwa udang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan yang menjadi penyumbang devisa terbesar bagi sektor perikanan Indonesia.

“Devisa kita dari sektor perikanan yang berasal dari udang itu mencapai 30 persen, dengan nilai sekitar 2 miliar dolar AS setiap tahunnya. Pangsa pasar mayoritas kita adalah ke Amerika Serikat dan Jepang,” ujar Rully saat ditemui di sebuah acara pameran di Jakarta.

Meski memiliki pasar yang kuat, Rully mengingatkan bahwa Indonesia harus siap menghadapi persaingan ketat dari negara produsen lain. Saat ini, Ekuador memimpin sebagai produsen utama dunia dengan produksi mencapai 1,4 juta ton atau sekitar empat kali lipat dari produksi Indonesia. Selain Ekuador, tantangan juga datang dari India, Vietnam, dan Thailand. Sementara itu, China meski memproduksi dalam jumlah besar, mayoritas hasilnya diserap untuk konsumsi lokal mereka sendiri.

Tantangan Risiko dan Keberlanjutan Lingkungan

Rully menjelaskan bahwa budidaya udang merupakan bisnis yang sangat menarik dengan margin yang menjanjikan, namun memiliki karakteristik high return, high risk (keuntungan tinggi, risiko tinggi). Sebagai usaha yang memelihara makhluk hidup, para petambak harus memastikan kondisi udang tetap prima sejak penebaran benur hingga masa panen yang memakan waktu sekitar 4 bulan.

Selain faktor risiko penyakit, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi sorotan utama. “Kita harus memperhatikan keberlanjutan usaha, khususnya dari sisi lingkungan karena kita menggunakan air. Artinya, segala aktivitas di budidaya udang harus memperhatikan lingkungan sekitarnya,” tambah Rully.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!