Juni 17, 2026

Sorotjakarta,-
Ketua Umum Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (Gapensiska), Windu Negara, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan sawit merupakan kunci utama dalam mengatasi masalah tingginya impor daging sapi di Indonesia. Hal ini disampaikannya di sela-sela gelaran pameran Indo Livestock 2026 yang berlangsung sangat ramai dan dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.

Menurut Windu, potensi pengembangan sapi di dalam negeri sangat besar mengingat Indonesia memiliki sekitar 16 juta hektar lahan kelapa sawit. Di sisi lain, Indonesia saat ini masih harus mengimpor sekitar 30% hingga 40% kebutuhan sapi dan daging dari luar negeri.

“Kami melihat bahwa integrasi sapi dan kelapa sawit ini merupakan satu-satunya solusi nyata untuk mencapai swasembada daging nasional,” ujar Windu.

Melalui pameran ini, Gapensiska fokus mengedukasi masyarakat dan para pelaku usaha mengenai konsep, manfaat, serta langkah-langkah implementasi dari integrasi ini. Windu menjelaskan tiga keuntungan utama dari sistem integrasi tersebut antaralain:

• Efisiensi Biaya Pakan (Nol Rupiah): Lahan sawit yang luas menyediakan rumput alami di antara pohon sawit yang bisa langsung menjadi pakan sapi.

• Pemanfaatan Limbah: Sapi dapat memanfaatkan limbah hasil pengolahan sawit sebagai pakan alternatif, sehingga peternak tidak perlu membeli pakan mahal.

• Circular Economy & Nilai Tambah: Kebun sawit mendapatkan keuntungan melalui implementasi ekonomi sirkular dari pengolahan limbah dan mendapatkan nilai tambah optimal dari optimalisasi lahan mereka.

Meski progresnya positif, Windu mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah meyakinkan seluruh pemilik perkebunan sawit agar mau terbuka dan menerima kehadiran budidaya sapi di area perkebunan mereka. Melalui ajang Indo Livestock 2026, Gapensiska berharap sinergi ini dapat semakin dikenal dan diterima secara luas oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!