Juni 7, 2026

Sorotjakarta,-
Alumni perwira TNI dan Polri yang tergabung dalam ikatan angkatan Pakati 1996 menggelar pertemuan reuni dalam rangka memperingati 30 tahun masa pengabdian mereka. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini diselenggarakan di Hotel Mercur, Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu, 6/6/2026.

​Ketua Angkatan Pakati 1996, menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap insan prajurit.

Menurutnya, reuni ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan kembali nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan sejak masa pendidikan.

​”Pertemuan reuni ini sangat penting untuk mengingatkan kembali bagaimana proses pendidikan dahulu menanamkan dan memelihara kedisiplinan, ketekunan, jiwa korsa, soliditas, serta semangat pantang menyerah untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Peran Strategis Senior dan Dukungan Terhadap Kebijakan Pemerintah.

Sebagai angkatan yang telah matang dengan tiga dekade pengabdian, ia menekankan pentingnya peran mereka sebagai senior untuk menjadi teladan atau soko guru bagi generasi penerus di lingkungan TNI dan Polri agar dapat bekerja dengan lebih baik lagi.

Selain mempererat tali silaturahmi, pertemuan ini juga menegaskan komitmen kuat dari angkatan Pakati 1996 untuk terus mengabdi kepada negara. Seluruh anggota yang saat ini tersebar dan aktif bertugas di berbagai lini baik di lingkungan matra TNI, Kepolisian, maupun di berbagai kementerian lembaga berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.

​”Kami dari TNI-Polri sebagai garda terdepan siap mendukung penuh kebijakan Bapak Presiden terpilih untuk menjaga stabilitas situasi keamanan di dalam negeri, serta melindungi negara dari berbagai ancaman, gangguan, dan hambatan,” tegasnya.

Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dengan Optimisme.

Menanggapi situasi geopolitik dan tekanan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa saat ini, Ketua Angkatan Pakati 1996 mengajak semua pihak untuk tetap bersatu padu di bawah kepemimpinan nasional. Beliau menilai bahwa masa-masa sulit ini merupakan sebuah ujian yang harus dilalui Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara yang besar dan mandiri.

“Kita tahu saat ini kita sedang dalam tekanan. Namun, saya yakin ketika kita bersatu, solid, dan bersama-sama menumbuhkan tanggung jawab, maka masalah yang dihadapi bisa terselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Melalui reuni ini, ia berharap Indonesia dapat menyongsong masa depan yang lebih mandiri, swasembada, dan sukses di kancah dunia.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!