Sorotjakata,-
Praktisi kesehatan masyarakat Dr. Ngabila Salama mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus, penyakit lama yang kerap terabaikan atau neglected disease, namun tetap berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika terlambat ditangani.
Menurut Dr. Ngabila, pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan masyarakat mengingat penularan virus ini umumnya berasal dari paparan urine, kotoran, dan air liur tikus yang terkontaminasi.
“Hantavirus bukan penyakit baru, tetapi sering kali kurang mendapat perhatian. Masyarakat perlu memahami bahwa pencegahan sederhana seperti rajin mencuci tangan, memakai masker saat membersihkan area berdebu, menjaga kebersihan rumah, membasmi tikus, serta memastikan ventilasi, cahaya, dan sirkulasi udara di rumah tetap baik sangat penting untuk menekan risiko penularan,” ujar Dr. Ngabila.
Ia menjelaskan bahwa gejala awal infeksi hantavirus biasanya ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri otot hebat. Pada fase ini, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
“Jangan menunggu sampai muncul sesak napas akibat pneumonia, produksi urine menurun yang mengarah pada gagal ginjal, apalagi sampai terjadi kejang atau penurunan kesadaran. Jika sudah sampai tahap itu, kondisi pasien biasanya sudah terlambat dan membutuhkan penanganan intensif,” tegasnya.
Dr. Ngabila juga menekankan bahwa kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko mengalami gejala yang lebih berat. Mereka antara lain bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta individu dengan daya tahan tubuh lemah atau memiliki penyakit penyerta (komorbid).
“Keluarga yang memiliki anggota dalam kelompok rentan harus lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Jangan anggap remeh keberadaan tikus di rumah atau gudang, karena paparan yang terlihat sepele bisa berdampak serius,” tambahnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai benteng utama pencegahan.
“Kesadaran kolektif masyarakat sangat penting. Dengan langkah preventif yang konsisten dan respons cepat terhadap gejala awal, kita bisa mencegah hantavirus berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih besar,” tutup Dr. Ngabila.(yr)
