Sorotjakarta,
Menyambut Hari Kartini yang rutin diperingati setiap 21 April oleh bangsa Indonesia ada pesan dan semangat yang diselipkan oleh Dekan Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi Assoc. Prof. Dr. Nita Priyanti, M. Pd. buat seluruh ibu-ibu hebat Indonesia ditengah derasnya kemajuan teknologi.
Menurut sosok motor penggerak transformasi pendidikan anak usia dini di Indonesia ini, dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu pesat maka seorang ibu dan perempuan yang berstatus ibu hendaknya untuk tetap belajar dan mau mengikuti kemajuan teknologi.
“Kartini sekarang menuntut perempuan untuk melek teknologi dan berani berpikir, berani mengeluarkan pendapat, jika dahulu Kartini berjuang agar perempuan dapat bersekolah namun sekarang perempuan harus dapat memiliki kesempatan yang sama dengam pria dalam berbagai bidang.” Ucapnya.
Makna yang dapat diambil dari perjuangan seorang Kartini untuk perempuan Indonesia saat ini adalah keberanian seorang perempuan untuk mau berpikir dan berbicara, sebab Kartini dulu adalah perempuan yang tidak hanya diam tetapi ia berani berbicara dan menyampaikan buah pikirannya. Karena itu perempuan Indonesia jangan takut untuk bermimpi, jangan merasa rendah diri, tetaplah untuk terus belajar dan berkembang.
“Intinya perempuan tidak harus menunggu sempurna untuk maju, jangan menunggu untuk disuruh tetapi berani untuk memulai untuk suatu perubahan.” Tandasnya.
Dekan berpendapat saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan untuk maju, salah satunya masih adanya anggapan bahwa perempuan harus begini dan begitu, perlu diingat bahwa tidak semua perempuan di Indonensia memiliki akses sekolah dan pekerjaan yang sama. Masih banyak kita jumpai perempuan yang harus bekerja sambil mengurus rumah tangganya bahkan masih ada perempuan yang mengalami kekerasan dalam dunia online, artinya perjuangan Kartini belum selesai
“Saya berharap untuk perempuan Indonesia jangan ragu dengan menjadi diri sendiri, kita mungkin memiliki kemampuan lebih yang mungkin orang lain tidak miliki, maka sadarilah hal itu, teruslah belajar dan berkembang karena itulah kata kunci untuk kita bisa mandiri, dan yang terpenting adalah perempuan harus saling mendukung bukan saling menjatuhkan.”
Hari Kartini bukan hanya untuk di peringati tetapi wajib untuk diteladani dan tetap menjadi versi terbaik dari diri kita masing-masing.
“Selamat Hari Kartini untuk ibu-ibu hebat, semoga kita terus menginspirasi.” Harapnya
(yr)
