Sorotjakarta,-
Pisah sambut Keuskupan Maumere di Pulau Flores Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangsung cukup meriah dengan di hadiri oleh seluruh masyarakat NTT se Jabodetabek yang di tutup dengan pesta rakyat yang diiringi musik dan lagu-lagu daerah NTT.
Paus Fransiskus menunjuk Romo Mgr Ewaldus Martinus Sedu sebagai Uskup Keuskupan Maumere, ia menggantikan Mgr Gerulfus Kherubim Pareria Suo yang telah memasuki masa pensiun.
Acara pisah sambut ini turut di hadiri oleh Wakil gubernur NTT Josep Noe Soi, Bupati Sikka Fransiscus Roberto Diogo, Sesepuh Maasyarakat NTT, para Dubes, serta para tamu undangan dan tokoh masyarakat NTT yang berada di Jabodetabek, serta perwakilan dari Pemerintah juga tampak hadir dalam acara yang dibalut dengan syukuran dan pesta rakyat NTT.
Di sela para tamu undangan tampak hadir tokoh muda NTT di Jakarta yang memiliki perstasi gemilang di bidang pembelaan hukum terhadap kaum yang lemah, terbukti dengan jabatannya sekarang memimpin KAI (Kongres Advokat Indonesia) DKI Jakarta, dia adalah sang pembela bagi kaum yang lemah. Dialah MM Ardy Mbalembout, SH, MH, CLA.
Selain profesinya sebagai Advokat dan Ketua KAI Bang Ardy saat ini adalah calon anggota DPR RI dengan nomer urut 2 untuk daerah pemilihan Jakarta Timur, Ardy maju dengan membawa bendera Partai Demokrat, maju ke Senayan dengan visi dan misinya adalah untuk membela kaum yang lemah, kaum yang terpinggirkan, kaum yang di rampas hak-haknya, serta melakukan pengawasan kepada pemerintah, siapapun nantinya yang akan memimpin.” demikian ucapnya pada media usai acara pisah sambut Keuskupan Maumere, di Jakarta, Minggu, 18/11/2018.
“Melihat kenyataan di lapangan saat ini membuat saya gencar melakukan pembelaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya terlebih di daerah Jakarta Timur, yang saat ini sedang terjadi pergolakan antara Angkatan Udara dengan Halim mengenai hak memilih 3 ribu kepala keluarga yang tidak mendapatkan hak memilihnya, padahal 5 tahun yang lalau mereka mendapatkan hak memilihnya, itulah yang saat ini sedang saya perjuangkan agar mereka mendapatkan kembali hak memilih mereka sesuai profesi saya.” Ucap Ketua KAI DKI Jakarta.
Lebih lanjut Ardi mengatakan,
“Saya berbuat untuk membela 3 rb kepala keluarga di tanah kosong Kalimalang untuk mengembalikan hak memilihnya seperti 5 tahun yang lalu, bukan berarti mereka harus memilih saya, tetapi ini adalah panggilan hati dan panggilan profesi saya sebagai pembela, saya akan berbuat jika terjadi ketidak adilan terhadap mereka yang di rampas hak-haknya. Saat ini surat telah kami kirim ke Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat tentang hak-hak Masyarakat di galian Kalimalang Jakarta timur, Saya datang untuk melayani dan membela masyarakat.” Tegasnya. (yurike)
