Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Mahasabha Prajaniti ke III melahirkan Ketua Umum baru yang akan membawa warna baru juga bagi organisasi sosial kemasyarakatan khususnya bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Mandat tersebut di berikan kepada KS Arsana untuk menahkodai Prajaniti Indonesia periode 2018-2023 dengan di bantu oleh para pengurus seperti Sekjen, Wasekjen, Bendahara, Serta beberapa jajaran pengurus lainnya demi mewujutkan visi misi dan program- program kedepan dari organisasi Hindu ini.

Dihadapan para tamu undangan yang terdiri dari 14 DPD Prajaniti se Indonesia, Direktur Pembinaan Agama Hindu Kementrian Agama RI dan beberapa negara tetangga. KS Arsana mengatakan akan menjalankan tugas sebagai pelayan Prajaniti Indonesia dengan kesadaran penuh hingga selesai masa jabatannya. “Karna ini adalah tugas pangilan bakti untuk umat Hindu.” Demikian ucapnya di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu, 28/10/2018

Ada beberapa poin penting yang di sampaikan oleh Ketua baru sebagai langkah awal Prajaniti Indonesia antaralain: Kepengurusan ini adalah sebuah tim jadi akan melakukan konsolidasi. Sebagai sebuah tim kepengurusan Pajaniti memiliki visi dan misi yang sama yaitu pelayan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Membangun komitmen kesadaran dan kemandirian masyarakat Hindu khususnya kemandirian ekonomi, lalu poin terakhir adalah pendidikan bagi generasi muda sebagi penerus yang akan menjaga pilar-pilar Pancasila. Itulah beberapa poin yang akan di laksanakan dalam waktu dekat oleh pengurus Prajaniti Indonesia yang baru terpilih.

KS Arsana selaku Ketua Umum yang baru terpilih mengajak seluruh umat Hindu di Indonesia khususnya kader-kader Prajaniti agar berani berpolitik, jangan malu-malu atau malah takut berpolitik. “Umat Hindu jangan mengidap politicophobia, ketakutan tak rasional pada politik. Berpolitiklah yang dilandasi spiritualitas Dharma.” Ucapnya.

Lebih lanjut Arsana mengatakan Berpolitik adalah keberpihakan pada Kesejahteraan, berpolitik adalah keberpihakan pada Dharma/Kebenaran, berpolitik adalah keberpihakan dalam membangun karakter bangsa, berpolitik adalah keberanian memperjuangkan hak-hak sebagai warga negara. Hindu mengajarkan Dharma Agama dan Dharma Negara, “kita harus menjadikan spiritualitas yang diajarkan Hindu sebagai landasan dalam pengabdian pada negara. Hindu mengajarkan Trikaya Parisuda, yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik dan benar. Ajaran ini mendidik setiap umat Hindu untuk memiliki integritas diri. Berpolitiklah dengan dilandasi integritas, jujur menyuarakan kebaikan untuk kesejahteraan bersama”.jelasya.

Harapannya Prajaniti tidak hanya berjuang memajukan organisasi tetapi juga memberikan bakti kita kepada bangsa dan negara.

“Mengingat negara kita akan memghadapi Pilpres, selaku Ketua Umum KS Arsana mengatakan bahwa Prajaniti tidak akan memihak kepada salah satu partai tetapi kami selaku pengurus berharap kepada para anggota untuk dapat memilih pemimpin pada Pemilu nanti secara profesional, pilihlah calon pemimpin yang memiliki track record yang baik, yang mampu menjaga NKRI.”tambahnya.(yurike)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *