Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Sejak covid 19 melanda dunia, sudah tentu capek dan jenuh dirasakan hampir seluruh masyarakat dan tim medis dibelahan dunia. Begitu juga di tanah air tercinta, bersama kita lalui hampir 3 tahun bergelut dengan penyakit yang mengerikan tersebut, namun kita harus tetap selalu berupaya optimal untuk mencegah sakit dan meninggal akibat covid 19.

Pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakannya, salah satunya pelaku perjalanan wajib telah di vaksinasi lengkap, ini sangat baik.

Demikian disampaikan dr. Ngabila Salama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi yang bertugas di Dinkes Prov. DKI Jakarta. Senin, 19/12/2022.

“Tapi kembali lagi yang utama perlu kesadaran, ketaatan, perjuangan besar dari masyarakat untuk melaksanakannya.” Kata Ngabila.

“Kalau kita mau mencegah sakit dan terhindar dari long covid ya satu-satunya cara disiplin bermasker di dalam dan luar ruangan. Long covid adalah gejala sesudah sembuh yang masih bisa dirasakan sampai 12 bulan sesudah sembuh seperti gejala pernafasan, mudah letih, gangguan tidur, stress, dan lainnya.” Papar Ngabila lagi.

Masih ujar Ngabila, “Kalau kita mau bertahan hidup, kita mau orang tersayang kita juga sehat dan panjang umur, lakukan vaksinasi lengkap segera. Utamanya yang usia 40 tahun ke atas atau dengan komorbid, karena mereka berpeluang besar untuk meninggal. Selain itu jika bergejala dan kontak erat segera PCR atau antigen gratis di semua puskesmas kecamatan di DKI Jakarta.” Tambahnya

Hal tersebut di tegaskan oleh Ngabila Salama karena nyatanya kematian masih ada, menurutnya, seminggu terakhir di Jakarta masih ada sekitar 27 orang meninggal karena Covid 19.

Berdasarkan data kematian covid19 sepanjang tahun 2022 di Jakarta (periode omicron):
A. 40 % belum vaksin sama sekali, 15 % sudah vaksin 1, 35 % baru dosis 2, 10 % sudah dosis 3.
B. 190 non lansia dan 344 adalah lansia berusia 60 tahun ke atas (65 %).
C. Jarak tangal swab pcr degan kematian positif covid rata-rata 4-6 hari.
D. Ada penurunan kematian pada lansia dan non lansia dalam 3 minggu terakhir menjadi 50% saja dari puncak kasus.
E. 93 % yang meninggal usia 40 tahun ke atas, 90% yang meninggal dipastikan memiliki komorbid.

Vaksinasi terbukti cara paling efektif mencegah kematian Covid -19. Dari data DKI Jakarta sepanjang tahun 2022, semakin lengkap vaksinasi tingkat perlindungan dan mencegah keparahan dan kematian semakin tinggi. Belum vaksin sama sekali meningkatkan risiko di rawat di rumah sakit 3 kali lipat. Vaksinasi 1 dosis melindungi kematian 1,5 kali, vaksinasi 2 dosis melindungi kematian 2 kali, dan vaksinasi 3 dosis melindungi kematian 4,5 kali ketimbang yang tidak vaksinasi. Proporsi komorbid pada yang meninggal dengan Covid-19: DM 15 %, Hipertensi 15 %, gagal ginjal kronis 13 %, TBC 11 %, penyakit jantung 10 %, kanker 9 %, gangguan hati kronis dan stroke masing-masing 5 %, PPOK dan HIV AIDS masing-masing 2 %. Kolaborasi PTM-COVID19, TB-COVID19, dan HIV-COVID19 diperlukan.

Jakarta memiliki SE kepala Dinkes th 2021 bahwa semua yang dilakukan vaksinasi Covid-19 harus sekaligus dilakukan skrining penyakit tidak menular. Kami sarankan semua yang covid perlu diskrining TB dan HIV pada usia 40 tahun ke atas, semua yang bergejala Covid-19 pada pasien TB dan atau HIV harus langsung di PCR.

“Mari kencangkan pola hidup sehat GERMAS, CERDIK, CERIA, PATUH, dan deteksi dini serta kontrol komorbid penyakit tidak menular.” Tegas Ngabila lagi.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *