Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Said Iqbal Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan, para buruh akan sangat selektif dalam mendukung calon presiden dalam Pemilu 2019 nanti.

Menurutnya, siapapun calonnya harus berani membuat gebrakan untuk mensejahterakan buruh. Saat ditanya apakah akan mengusung Presiden Joko Widodo dalam Pilpres, Iqbal mengaku agak berat mempertimbangkannya.

“Kalau nama Pak Jokowi agak berat, karena dia enggak mencabut PP 78 itu,” ujar Said dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

Diketahui, Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Perburuhan itu diteken di era Jokowi. Regulasi tersebut dianggap menyengsarakan buruh dari segi pendapatan.

Pada 2014 lalu, KSPI menyatakan dukungannya pada pasangam Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Untuk 2019 mendatang, Prabowo masuk dalam lingkaran KSPI.

KSPI, memastikan mendukung calon yang berkomitmen untuk menghapus PP 78. Nantinya deklarasi dukungan akan dilakukan KSPI usai melakukan kongres pada April mendatang.

Setelah itu, KSPI akan membuat kontrak politik. Hal yang sama telah dilakukan saat mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uni dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Ia menyebut ada 10 poin dalam kontrak politik, antara lain menaikkan upah minimum DKI Jakarta, menghentikan sistem kerja outsourcing, dan subsidi kepemilikan tempat tinggal murah. Kemudian, kontrak politik itu juga harus diumumkan di muka publik.(din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *