Sorotjakarta,-
Keluarga Ureung Pidie (KUPI) sukses menggelar acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M serta santunan anak yatim yang dipusatkan di Asrama Haji, Jakarta Timur. Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi Menguatkan Ukhuwah Persaudaraan”, acara ini dihadiri oleh ribuan warga asal Pidie yang merantau di Jabodetabek.
Ketua Umum KUPI, Dr. H. Asfiuddin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan Maulid ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menghimpun kembali warga diaspora Pidie di perantauan agar tetap terjalin silaturahmi yang erat, saling mengetahui kabar, serta membangkitkan semangat ukhuwah Islamiyah.
“Kita ingin melalui acara ini warga kita yang ada di Jabodetabek ada silaturahmi, saling mengetahui apa persoalannya, dan membangkitkan semangat ukhuwah Islamiyah,” ujar Dr. Asfiuddin di lokasi acara.
Wadah Pemersatu Tanpa Batas Status Sosial
Dr. Asfiuddin menegaskan bahwa KUPI hadir sebagai rumah bersama (orMAS/orLOK) bagi seluruh masyarakat Pidie di perantauan tanpa memandang status sosial, pangkat, maupun jabatan. Di dalam organisasi ini, seluruh elemen masyarakat dipandang setara.
“Di sini tidak ada persoalan-persoalan grade, seperti tingkatan status sosial, enggak ada. Kita ini sama semua, enggak ada pangkat atau apa. Yang ada adalah bagaimana orang-orang Aceh di perantauan itu menyatu dan berpikir ke kampung halaman,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa KUPI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, baik di perantauan maupun di kampung halaman, serta siap sedia membantu jika pemerintah daerah membutuhkan dukungan.
Soliditas Kepengurusan dan Peran Sosial di Perantauan
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Asfiuddin turut mengapresiasi kinerja jajaran pengurus KUPI yang solid dan bekerja tanpa kenal lelah menyukseskan acara ini, mulai dari wakil ketua (Dr. H. Rahmatullah, S.IP., S.M., M.H., yang juga hadir mewakili KUPI di berbagai kegiatan), para pengurus lainnya, hingga Sekretaris Ibu Nurulina.
Meski kepengurusan saat ini masih tergolong baru berjalan beberapa bulan, KUPI telah aktif bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Mulai dari membantu warga yang sakit, tertimpa musibah, hingga menyalurkan zakat dan santunan ke kampung halaman.
Secara demografis, perkiraan warga Pidie di Jabodetabek mencapai sekitar 30.000 jiwa, menjadikannya salah satu komunitas kabupaten/kota asal Aceh dengan populasi terbesar di perantauan.
“Ke depan, kita juga berencana mencari tempat atau sekretariat permanen untuk KUPI, serta terus menyelaraskan program-program sosial demi memperkuat identitas dan kontribusi orang Pidie di perantauan,” pungkas Dr. Asfiuddin.
Acara Maulid Akbar dan santunan anak yatim ini ditutup dengan penuh khidmat, mencerminkan kuatnya kepedulian sosial serta rasa kekeluargaan yang mendalam di antara warga Ureung Pidie di Jabodetabek.
