Sorotjakarta,-
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) turut berpartisipasi dalam pameran Agrinex yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) 23- 25 Oktober 2026.
Kehadiran Kaltim dalam ajang ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai produk hasil hilirisasi komoditas perkebunan daerah kepada masyarakat luas.
Staf Pelaksana Dinas Perkebunan Kaltim, Arif Sabtamiharja, menjelaskan bahwa pameran ini menjadi ajang strategis untuk menunjukkan potensi komoditas perkebunan asal Kaltim yang telah diolah menjadi produk olahan bernilai tambah.
“Target pameran ini, kami ingin memperkenalkan bahwa di Kalimantan Timur ada produk-produk hilir yang memang bisa dikembangkan dan dipasarkan. Intinya kami ingin masyarakat luas jadi mengenal produk dari komoditi perkebunan yang sudah dalam bentuk kemasan atau siap dikonsumsi,” ujar Arif saat ditemui di lokasi pameran di JICC.
Berbagai produk unggulan di luar komoditas kelapa sawit turut dipamerkan dalam ajang ini. Di antaranya adalah olahan aren, kopi, kelapa dalam, serta lada. Pada etalase stan Kaltim, pengunjung dapat menemukan gula semut, gula aren, kopi luak asal Kecamatan Prangat, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga varian kopi jahe dan gula jahe.
Arif menuturkan, pembinaan yang dilakukan Dinas Perkebunan berfokus pada kelompok tani dengan skala usaha rumah tangga.
Pendampingan diberikan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga pengurusan kelengkapan izin usaha dan sertifikasi.
“Binaan kami itu beberapa kelompok tani dalam bentuk pengolahan skala rumahan. Izinnya sudah sampai P-IRT dan izin halalnya,” jelasnya.
Meski demikian, Arif mengakui masih ada tantangan dalam mendorong masyarakat agar tidak sekadar menjual bahan mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk jadi. Oleh karena itu, Dinas Perkebunan Kaltim secara rutin menggelar sosialisasi dan pelatihan pengolahan hasil perkebunan setiap tahunnya.
“Tantangan kami itu bagaimana mengajak masyarakat agar jangan hanya menjual produk mentahnya, tapi paling tidak harus sampai produk jadi atau produk hilir. Itu yang memacu kami di Dinas Perkebunan untuk terus bersosialisasi dan memberi pelatihan,” tambah Arif.
Upaya hilirisasi tersebut perlahan mulai membuahkan hasil. Beberapa produk binaan, seperti Kopi Prangat dan Gulaiku, telah berhasil memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah serta menembus platform belanja online.
Lewat ajang Agrinex ini, Arif berharap para pengunjung tidak hanya mengenal produk-produk khas Kaltim, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang dapat semakin memotivasi para petani di daerah.
“Harapan saya pengunjung bisa datang dan mengenal produk komoditas Kaltim. Kalau berminat, bisa melakukan kerja sama untuk meningkatkan semangat teman-teman petani dalam melakukan hilirisasi,” pungkasnya.(yr)
