Sorotjakarta,-
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar-besaran. Paradigma kepolisian kini bergeser dari sekadar penindakan hukum menjadi pendekatan humanis yang berfokus pada pencegahan kejahatan serta perlindungan masyarakat.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan oleh Komjen Pol Dr. Herry Heryawan saat membacakan keynote speech mewakili Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Acara ini berlangsung dalam rangka Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) sekaligus Dies Natalis ke-1 Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI) di UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
“Kekuatan polisi yang paling besar saat ini bukan pada pentungan, bukan pada senjata revolver, bukan pada alat-alat eksesif yang sering kita lihat! Tetapi kekuatan polisi saat ini adalah kepercayaan publik kepada polisi,” tegas Herry Heryawan di hadapan para akademisi dan pimpinan lembaga kajian kepolisian.
Pergeseran Paradigma: Polisi Bertransformasi Jadi ‘Social Worker’
Herry menjelaskan bahwa saat ini Polri tengah mendorong terjadinya shifting paradigm atau pergeseran paradigma kepolisian dari sekadar “mengendalikan” menjadi “menghadirkan” rasa aman. Pendekatan preventif kini diprioritaskan dibandingkan tindakan represif.
Bahkan, Herry menyebut kolaborasi antara polisi dan masyarakat dalam tahap yang lebih radikal dapat mengarahkan kepolisian pada peran baru yang sangat dekat dengan rakyat.
“Ini bahkan dalam tahapan yang lebih radikal bisa mentransformasikan polisi menjadi social worker atau pekerja sosial. Deteksi dini dan pemecahan masalah dilakukan bersama masyarakat dengan tetap berlandaskan hukum, penghormatan terhadap HAM, dan akuntabilitas,” jelasnya.
Keberhasilan Polisi Bukan Cuma Hitung Jumlah Kasus
Dalam kesempatan itu, Herry menegaskan bahwa indikator keberhasilan kepolisian tidak lagi hanya diukur dari banyaknya penindakan atau jumlah kasus yang berhasil diungkap.
“Keberhasilan kehadiran polisi tidak diukur semata dari berapa banyak law enforcement, berapa banyak kasus-kasus diungkap. Tetapi juga diukur dari rasa aman, keadilan, dan kepercayaan yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Dukungan Penuh untuk APIK
Mengakhiri sambutannya, Herry menyampaikan pesan dan apresiasi dari Kapolri atas terbentuknya APIK. Ia berharap forum ini menjadi wadah akademik yang aktif, inklusif, dan melahirkan kebijakan kepolisian berbasis riset ilmiah (evidence-based policy).
“Semoga APIK menjadi wadah akademik yang unggul, mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktis kepolisian, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Polri dan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Acara launching APIK ini turut dihadiri oleh jajaran akademisi Universitas Indonesia, pimpinan lembaga riset/kajian kepolisian se-Indonesia, pejabat BNN, hingga perwakilan dari KPK.(yr)
