Sorotjakarta,-
Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Merauke menyampaikan apresiasi dan rasa puasnya atas kepemimpinan Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia. Hal tersebut disampaikan di sela-sela gelaran Muktamar ke-10 BKMT.
Ketua PD BKMT Kabupaten Merauke, Evi Ernawati Kristina, S.H., M.H., menilai kepemimpinan Syifa Fauzia telah berhasil membawa pemerataan organisasi yang dirasakan hingga ke daerah-daerah.
“Terkait kepemimpinan dari ketua kami, Ibu Syifa Fauzia, kami sangat puas. Artinya pemerataan itu terjadi,” ujar Evi saat diwawancarai wartawan di lokasi acara.
Dorong Pembentukan Pengurus Wilayah di Daerah Otonomi Baru
Seiring dengan pemekaran daerah, Evi menjelaskan bahwa Merauke kini masuk dalam Provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan. Pihaknya berharap kepengurusan BKMT di tingkat pusat dapat memberikan dukungan penuh untuk pembentukan Pengurus Wilayah (PW) di daerah-daerah DOB.
“Ke depannya kami berharap salah satunya untuk daerah DOB baru, provinsi-provinsi baru, ke depannya bisa disupport untuk pembentukan wilayah, karena sudah tidak linier. Dari pemerintah setempat juga sudah meminta kami untuk membentuk wilayah,” terangnya.
Terkait kesiapan pembentukan pengurus wilayah baru di Papua Selatan, Evi mengaku saat ini prosesnya masih mengacu pada aturan dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Dari empat kabupaten di Papua Selatan, baru dua kabupaten yang sudah terbentuk kepengurusannya.
“Kami masih mengkaji itu dan menyesuaikan dengan aturan AD/ART. Karena dari empat kabupaten baru dua yang terbentuk, kami masih perlu mempersiapkan itu,” jelas Evi.
Harapan Kunjungan Langsung Ketum ke Merauke
Evi juga menaruh harapan besar kepada Syifa Fauzia setelah nantinya dilantik kembali untuk periode berikutnya agar bisa memberikan perhatian khusus pada daerah kepulauan dan terluar.
“Harapan kami tentunya bisa memperhatikan daerah-daerah terluar seperti kami yang di Papua. Karena di Papua Selatan BKMT sudah berkembang sangat baik, kami berharap suatu saat Ibu Syifa bisa turun langsung bertemu dengan jemaah BKMT yang ada di Merauke,” tuturnya.
Pada Muktamar ke-10 ini, PD BKMT Merauke mengutus empat orang perwakilan. Jumlah tersebut disesuaikan mengingat jarak yang cukup jauh serta kendala biaya transportasi.
“Hari ini dari Merauke yang hadir ada empat orang. Kami adalah provinsi terjauh dengan harga tiket termahal,” kelakar Evi.
Saat ini, PD BKMT Kabupaten Merauke menaungi lebih dari 40 majelis taklim yang tersebar di wilayah Merauke.(yr)
