Yahukimo, sorotjakarta.com.
Terputusnya akses penerbangan dari pusat Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan menuju sejumlah kampung dalam beberapa bulan terakhir dinilai mulai berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut dikhawatirkan turut meningkatkan angka kesakitan dan kematian, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada transportasi udara.
Anggota DPRK Yahukimo sekaligus anggota Komisi C yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Sipe Sobolim, meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kembali layanan penerbangan ke wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Yahukimo.
Menurut Sipe, persoalan akses transportasi semakin kompleks karena masyarakat juga menghadapi kondisi cuaca kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Terbatasnya mobilitas masyarakat menyebabkan distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas perekonomian ikut terganggu.
Akibat kendala penerbangan itu juga, petugas kesehatan belum masuk ke tempat tugas dan menghambat distribusi obat-obatan maupun pasien darurat tidak bisa rujuk ke kota Wamena maupun Yahukimo.
Kami berharap pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, segera berkomunikasi dengan pihak-pihak penerbangan yang beroperasi di Papua dan Papua Pegunungan, terutama penerbangan subsidi yang memang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah pegunungan, khususnya Kabupaten Yahukimo,” ujar Sipe kepada media ini melalui siaran Pers minggu, (30/8/2026).
Ia menjelaskan, penghentian sejumlah penerbangan terjadi setelah insiden penembakan terhadap pilot di Balinggama, Distrik Sobaham. Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah dan masyarakat dari 51 distrik di Yahukimo telah menyampaikan sikap sebagai bentuk komitmen untuk memberikan jaminan keamanan bagi penerbangan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Karena itu, Sipe meminta seluruh maskapai dan operator penerbangan yang melayani Yahukimo mempertimbangkan kembali kondisi masyarakat dan segera menindaklanjuti komitmen pemerintah serta masyarakat tersebut.
Kami memohon kepada seluruh aviasi penerbangan yang beroperasi di Yahukimo agar dapat menindaklanjuti sikap pemerintah dan masyarakat dalam waktu yang cepat. Masyarakat sangat membutuhkan kembali akses penerbangan untuk menunjang kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sipe juga mengajak seluruh pihak, termasuk TPNPB, TNI-Polri, pemerintah daerah, masyarakat, serta pihak penerbangan, untuk menempatkan kepentingan kemanusiaan sebagai prioritas utama.
Menurut dia, keberlangsungan hidup masyarakat sipil harus menjadi perhatian bersama, terutama mereka yang berada di kampung-kampung terpencil dan sangat bergantung pada transportasi udara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun kebutuhan dasar lainnya.
Kita semua harus mengutamakan hak asasi manusia dan kemanusiaan di atas segala-galanya. Kita berjuang untuk rakyat dan masyarakat kecil. Kalau masyarakat ini terus meninggal karena sakit dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan akibat akses yang terputus, lalu kita sebenarnya berjuang untuk siapa?” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh komponen masyarakat di kampung-kampung serta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk bersama-sama menciptakan jaminan keamanan bagi penerbangan sipil agar dapat kembali beroperasi seperti sebelumnya.
Sipe menilai, pemulihan penerbangan bukan semata-mata berkaitan dengan transportasi, tetapi menyangkut keberlangsungan berbagai sektor kehidupan masyarakat Yahukimo, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian.
Kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk adik-adik pejuang TPNPB, mari kita memberikan jaminan kepada pihak penerbangan agar dapat kembali beroperasi seperti sedia kala. Penerbangan sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan demi kemajuan Yahukimo dan Papua,” pungkasnya.(Herikson Kbarek)
