Agustus 30, 2026

Biak, sorotjakarta.com
Meski baru berjalan sekitar 1,5 tahun, CV. Kellen Kesley Permata Biak sudah mampu menyerap tenaga kerja lokal Orang Asli Papua (OAP). Perusahaan perikanan yang beralamat di Jl. Raya Sorido, Kampung Inggiri, Distrik Biak Kota ini mulai beroperasi sejak Januari 2025 dan kini mengoperasikan 2 unit kapal.

Hal tersebut disampaikan Manajer perusahaan, Evan Efand, saat diwawancarai pada Sabtu, 30 Agustus 2026.

Perusahaan ini sudah beroperasi dari bulan Januari tahun 2025. Sekarang tercatat kalau lokal 30-an,” ujar Evan.

Berbeda dengan jam kerja kantoran, operasional CV Kellen Kesley sangat bergantung pada jadwal kedatangan kapal. Karena itu jam kerja karyawan tidak menentu.

Pada saat ada kapal baru mereka kerja Jadi tidak menentu,” jelas Evan.

Untuk sistem penggajian, perusahaan menerapkan sistem bagi hasil. Upah dihitung berdasarkan berat ikan yang berhasil dibongkar, kemudian dibagi kepada karyawan yang aktif saat proses pembongkaran.

Ya, berapa per kilo begitu dikasih ke karyawan. Itu secara keseluruhan ya, macam per ton begitu dikalikan dan dibagikan kepada karyawan yang hadir,” terangnya.

Sistem yang sama juga berlaku untuk Anak Buah Kapal (ABK). Satu kapal diawaki lebih dari 20 orang dengan sistem bagi hasil.

Satu kapal itu dia ada tidak tentu. Ada yang dua puluhan. Mereka juga bagi hasil sama,” kata Evan.

Saat ini CV Kellen Kesley Permata hanya melayani pengiriman ikan ke Surabaya.

Itu hanya di Surabaya saja tidak kemana-mana,” ucap Evan.

Perusahaan juga memastikan telah terdaftar di dinas terkait. Untuk ikan yang tidak masuk pengiriman atau disebut ikan afkir, tidak dibuang. Para pedagang biasanya langsung membeli di kapal.

Kalau yang besok mereka ambil ini, besok beli baru. mereka beli di kapal,” jelas Evan.

Hingga kini perusahaan terus memberdayakan tenaga kerja lokal, bahkan menjangkau hingga Kampung Sorido, Samau, dan sekitar Kota Biak.

Dalam kesempatan itu, Evan juga menyampaikan satu harapan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Kami minta kepada APH untuk juga ikut memantau keamanan dalam menjalankan kerja kami, karena kadang ada orang-orang mabuk yang sering cegat mobil muatan ikan untuk meminta ikan bahkan sering ke cold storage juga mengambil ikan di sana,” ujarnya.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah dan kepolisian terkait gangguan tersebut agar operasional perusahaan dapat berjalan aman dan lancar. (Herikson Kbarek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!