Sorotjakarta,-
Pengurus Provinsi (Pengprov) Woodball Jawa Timur (Jatim) menunjukkan komitmen penuh dalam pembinaan atlet dengan mengirimkan delegasi besar ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 60 atlet dikerahkan untuk bersaing di berbagai nomor perlombaan.
Sekretaris Umum Pengprov Woodball Jawa Timur, Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa puluhan atlet yang dibawa kali ini merupakan hasil penyaringan ketat dari berbagai kejuaraan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Kami membawa anak-anak untuk Kejurnas di Jakarta ini yang awalnya kami hasilkan dari seleksi Kejurprov (Kejuaraan Provinsi) pada bulan April. Kemudian bulan Mei lalu, kami juga mengadakan Jatim Open yang diikuti oleh 9 provinsi dengan total sekitar 400 peserta,” ujar Nurul saat ditemui di sela-sela kompetisi, Senin, 6/7/ 2026
Dari hasil dua ajang besar tersebut, Pengprov Woodball Jatim kemudian mengumpulkan dan melatih para atlet secara bersama-sama. Komposisi kontingen Jatim kali ini terbilang sangat lengkap, mengisi hampir seluruh kategori yang dipertandingkan.
“Kami menghasilkan anak-anak yang sesuai kategori yang ada di sana. Mulai dari kategori senior atau prestasi, kemudian kelompok umur U-12, U-15, hingga U-18, semua kami isi. Romboongan kami berjumlah 60 atlet, didampingi 3 pelatih dan 4 ofisial,” tambahnya.
Fokus Pembinaan dan Eksplorasi Kemampuan
Saat ditanya mengenai target medali emas dalam Kejurnas 2026, Nurul mengaku saat ini fokus utama Jatim masih berada pada ranah pembinaan dan jam terbang. Pihaknya ingin melihat sejauh mana kekuatan para atletnya bisa dieksplorasi di tingkat nasional.
“Kalau target, taraf kami memang masih pembinaan. Saya ingin mencoba mengeksplorasi kekuatan anak-anak ini di tingkat nasional dan belum berani memasang target (jumlah medali) tertentu. Namun yang pasti, olahraga ini sangat cocok untuk pembentukan karakter anak-anak karena mengajarkan saling menghargai dan menghormati,” jelas perempuan yang juga berdinas di Dispora Provinsi Jawa Timur tersebut.
Perkembangan Pesat di Jawa Timur
Olahraga woodball di Jawa Timur sendiri mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Sejak resmi diakui oleh KONI Jatim pada tahun 2016, olahraga ini sempat melandai hingga tahun 2019. Namun kini, gaung woodball telah menyebar luas ke berbagai wilayah di Jatim.
“Dulu hanya ada 5 kabupaten/kota yang aktif, sekarang di Jawa Timur sudah ada 28 kabupaten/kota yang memiliki kepengurusan woodball. Kami gencar melakukan sosialisasi, bahkan setiap kabupaten/kota kami beri stimulan minimal satu set peralatan woodball,” kata Nurul, yang juga merupakan mantan atlet nasional.
Dukungan terhadap woodball Jatim pun terus mengalir, baik dari KONI Jatim, pemerintah kabupaten/kota, hingga Ibu Gubernur. Bahkan, olahraga woodball rencananya akan mulai dimasukkan ke dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur. Untuk sarana latihan sendiri, para atlet Jatim sejauh ini memaksimalkan lapangan sepak bola yang tersedia di daerah, dengan pusat pemusatan latihan (TC) kemarin dipusatkan di Sidoarjo.
Harapan Woodball Tidak Dipandang Sebelah Mata
Melalui ajang Kejurnas 2026 ini, Nurul berharap eksistensi olahraga woodball bisa semakin diakui secara berjenjang dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Apalagi, perjuangan para pengurus dan atlet di daerah sangat luar biasa dalam menghidupkan cabang olahraga ini.
“Harapan kami, woodball ini tidak dipandang sebelah mata karena potensinya benar-benar ada. Kami membangunnya setengah mati, latihan dari jam 8 pagi sampai magrib, Sabtu dan Minggu pun selalu di lapangan. Kami ingin menciptakan suasana kekeluargaan sekaligus mencetak prestasi yang baik,” harapnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa prestasi di cabor woodball kini bisa menjadi jalan bagi para atlet untuk memperbaiki masa depan mereka, terutama dengan adanya insentif atau bonus yang kompetitif di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang membatasi usia atlet maksimal 23 tahun.
“Di Jatim ada Porprov yang bonusnya luar biasa dari kabupaten/kota. Itu tentu bisa mengangkat derajat anak-anak kita lewat jalur prestasi olahraga,” pungkasnya.(yr)
