Juni 29, 2026

Biak,-
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menargetkan Festival Biak Munara Wampasi 2026 menjadi penggerak utama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Perhelatan budaya tahunan itu akan berlangsung pada 1 hingga 7 Juli 2026 dengan Gelanggang Remaja sebagai pusat kegiatan.

Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Biak Numfor Ony Dageubun menyebutkan, persiapan festival saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Seluruh rangkaian 12 agenda kegiatan dijadwalkan berjalan sesuai waktu yang ditetapkan. Tiga di antaranya merupakan event baru yang ditambahkan tahun ini,”kata Kadis saat di wawancarai media ini.

Pembukaan dan penutupan akan dipusatkan di Gelanggang Remaja. Infrastruktur fisik masih dalam tahap penyelesaian akhir, sedangkan konsep acara dan seluruh kegiatan telah final,” ujarnya, Senin (29/5/2026).

Festival Biak Munara Wampasi kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Status tersebut diberikan kepada event daerah yang penyelenggaraan dan kualitasnya telah memenuhi standar Nasional.

Untuk Provinsi Papua, terdapat tiga event yang menjadi representasi Karisma Event Nusantara tahun ini. Selain Festival Biak Munara Wampasi, dua lainnya adalah Festival Danau Sentani Kabupaten Jayapura dan Festival Kopi Kota Jayapura yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Papua.

Tahun ini festival mengangkat tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku”. Tema tersebut mengandung dua arah kebijakan. Pertama, memastikan kelestarian alam Biak sebagai sumber daya utama pariwisata dengan meminimalkan tekanan terhadap daya dukung lingkungan.

Kedua, mengoptimalkan kekuatan budaya sebagai daya tarik kunjungan. Indikator keberhasilan ditetapkan pada peningkatan jumlah wisatawan, perpanjangan lama tinggal, dan pertumbuhan spending ekonomi di Biak Numfor.

Panitia melibatkan sejumlah komunitas lokal dalam pengemasan acara. Lomba Foto Bawah Laut yang kini berskala internasional didukung komunitas diver Biak. Agenda Run-Tour di Pulau Rurbas Kecil digagas bersama komunitas lari. Sementara Simponi Wampasi dikemas bersama komunitas musik Biak.

Kerja sama dengan komunitas musik diharapkan menjadi legasi dan Ke depan, ini dapat menjadi salah satu dasar bagi Biak Numfor untuk diusulkan sebagai Kota Kreatif bidang musik,” jelas Kadis.

Kegiatan tidak hanya terpusat di kota namun Sejumlah titik desa wisata juga menjadi lokasi acara, antara lain kampung Mnruwar, Anggopi, Owi, Rurbas, Karnindi, Biak Timur, dan Samber, termasuk agenda
birt watching

Prinsip pemerataan ekonomi menjadi penekanan utama. Panitia memastikan dampak langsung festival dinikmati Orang Asli Papua, pelaku seni budaya, dan UMKM.

Contohnya, Parade Wor dengan 24 kelompok peserta dan Suling tambur 6 kelompok akan menerima jasa total sekitar Rp150 juta. Kegiatan lain seperti yospan, snapmor, dan apen bayeren juga sepenuhnya melibatkan tenaga dan produk lokal.

Secara keseluruhan, efek domino ekonomi dari festival ini diharapkan dirasakan langsung oleh masyarakat, pelaku seni budaya, dan desa wisata yang menjadi tuan rumah kegiatan,” tutupnya.(Herikson W Kbarek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!