Sorotjakarta,-
Dewan Pembina Senkom Mitra Polri sekaligus mantan Kapolda NTB Brigjen Pol (Purn). Drs. Sriyono, M.Si. menyatakan rasa syukur dan bangganya atas perkembangan pesat Senkom Mitra Polri saat ini. Sebagai mantan anggota Polri, beliau menilai bahwa Senkom telah tumbuh menjadi organisasi masyarakat (ormas) yang solid dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kepolisian.
“Saya bersyukur ya, karena saya sendiri kan mantan anggota Polri. Waktu jadi Kapolda dulu, saya melihat Senkom ini kok bagus. Akhirnya setelah pensiun, saya diundang ikut Munas dan bersedia menjadi Dewan Pembina,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis, 18 Juni 2026.
Beliau menambahkan bahwa pandangannya terhadap Senkom ternyata selaras dengan rekan-rekan kepolisian lainnya. Menurutnya, Senkom Mitra Polri merupakan wujud nyata dari Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) yang sesungguhnya.
“Kalau selama ini Pokdar Kamtibmas tidak memiliki ormas, Senkom ini adalah kelompok sadar kamtibmas yang membentuk ormas. Salah satu syarat menjadi anggota Senkom adalah harus sudah bekerja dan memiliki penghasilan. Kami menghindari jangan sampai ormas digunakan untuk mencari penghasilan, dan kepolisian sangat menyambut baik kehadiran mereka,” jelas mantan Kapolda NTB tersebut.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kehadiran Senkom merupakan buah dari konsep community policing (pemolisian masyarakat) yang diadaptasi dari Jepang.
Kepolisian menyadari bahwa dengan jumlah personel yang terbatas, Polri tidak mungkin menjaga kamtibmas sendirian tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat.
Perkembangan Tiga Klaster Senkom Mitra Polri
Dalam wawancara tersebut, beliau juga menyoroti perkembangan Senkom yang kini telah memiliki kepengurusan (Ketua dan Sekretaris) di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Tidak hanya berfokus pada kemitraan dengan Polri, Senkom kini telah berkembang dan terbagi menjadi tiga klaster utama:
1. Klaster Kamtibmas: Mitra awal bersama institusi Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Klaster Kebencanaan (Rescue): Bermitra dengan Basarnas dan BPBD dalam aksi tanggap darurat dan penyelamatan.
3. Klaster Bela Negara: Bermitra dengan TNI dalam rangka program-program bela negara.
Di akhir wawancara, jenderal purnawirawan yang menutup masa dinas terakhirnya di Lemhannas ini berharap agar seluruh peserta yang hadir dari berbagai provinsi dapat menyerap materi dengan baik, khususnya terkait koordinasi antar klaster demi kemajuan bangsa. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus membimbing Senkom sebagai bentuk kesetiaan kepada negara.
“Tagline polisi itu kan, walaupun sudah pensiun, tetap setia. Jadi, karena ada orang-orang yang tulus ingin membantu polisi melalui kesadarannya sendiri, saya bangga dan mau menjadi dewan pembina untuk terus mengarahkan mereka,” pungkasnya.(yr)
